Revitalisasi Akustik di 80.645 Masjid, DMI Latih 1.500 Teknisi

0
292
Sumber: DMI / Muhammad Ibrahim Hamdani

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah melatih 1.500 teknisi akustik masjid sejak 2013 hingga kini. Mereka bertugas untuk memperbaiki sound system (sistem audio) masjid yang ada di wilayahnya masing-masing. Program ini didukung penuh oleh PT. TOA Galva Prima Karya.

Seperti diutip dari laman https://youtu.be/4A6Nj3qstpQ di akun Tawaf TV pada Kamis (22/02/24), Team Leader Sales and Marketing PT. TOA Galva Prima Karya, Ir. H. Bram Syakir, menyatakan hal itu pada Rabu (21/02/24).

Tepatnya saat Anggota Departemen Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, Teknologi (IPTEK) dan Kebudayaan PP DMI itu diwawancarai oleh Tawaf TV, di sela-sela acara “Edukasi Singkat Penataan Akustik dan Audio System Masjid”. Acara ini diselenggarakan oleh Departemen Komunikasi, Informasi (Kominfo), Arsitektur dan Infrastruktur Masjid PP DMI.

Ir. H. Bram Syakir juga menjadi narasumber dalam salah satu sesi di acara ini. Program ini terselenggara atas kerja sama PP DMI dengan Direktorat Urusan Agama Islam (Urais) dan Pembinaan Syariah (Binsyar) – Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI).

– Pelatihan 1.500 Teknisi Akustik Masjid

“Sampai hari ini, sudah 1.500 teknisi (akustik) yang dilatih oleh PP DMI. Tugas-tugas teknisi ini adalah memperbaiki sound system masjid yang ada di wilayahnya maisng-masing. Target dari pengurus pusat, per hari itu dua masjid,” jelas Ir. H. Bram Syakir pada Rabu (21/02/24).

Ketua Umum PP DMI, Bapak H. Muhammad Jusuf Kalla, lanjutnya, sering menyampaikan bahwa apabila sound system itu tidak baik, itu membuat, pertama, jamaah tidak nyaman. Kedua, apa yang disampaikan (oleh khatib) tidak jelas. “Alhamdulillah, dengan adanya progam ini, memang amat sangat dirasakan manfaatnya,” imbuh Ir. H. Bram Syakir.

“Seperti hari ini, saya juga sedang mengadakan pelatihan singkat untuk mengurus petugas (lembaga) takmir masjid yang ada di DKI (Daerah Khusus Ibu Kota) Jakarta dan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), untuk menata dan (memahami) pentingnya sound system (sistem audio) masjid itu,” paparnya.

– Edukasi Singkat Akustik Masjid

Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 60 peserta takmir masjid dari sejumlah masjid dan pengurus DMI di wilayah Jabodetabek. Turut hadir dan memberikan kata sambutan Ketua PP DMI, KH. Abdul Manan Abdul Ghani, serta Direktur Urais dan Binsyar, Ditjen Bimas Islam – Kemenag RI, Dr. H. Adib, M.Ag. Beliau juga membuka acara ini secara resmi.

Hadir pula Ketua panitia penyelenggara program “Edukasi Singkat Penataan Akustik dan Audio System Masjid,” Drs. H. Aziz Muslim, M.Si. Beliau menyampaikan laporan kegiatan panitia dalam acara ini. Hadir juga Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) DMI Provinsi DKI Jakarta, Ustaz H. Zulfajri S.Pd.I.

Adapun pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dipandu oleh salah seorang peserta acara, yakni Ustaz H. Zulfi Husen, sedangkan pembawa acara atau Master of Ceremony (MC) ialah Ustaz Yusuf Fuad, yang juga peserta acara.

Turut hadir Direktur Direktur Bidang Media, Komunikasi dan Informasi (Kominfo) PP Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) DMI, Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si., yang juga Wakil Sekretaris Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PD PAB) Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam acara ini.

Sejumlah Diskusi Panel juga telah berlangsung dalam acara ini, antara lain diskusi bertema: “Penataan Akustik Masjid dan Penguatan Harmoni Kehidupan Umat Beragama”.

Tema lain yang turut dibahas dalam Diskusi Panel di acara ini ialah: “Dasar-Dasar Penataan Akustik Masjid,” “Dasar-Dasar Sound System Masjid,” “Pengukuran Gaung dan Tingkat Kekerasan Suara,” serta “Praktikum Merangkai Sound System dan Penataan Akustik Masjid”.

– Surat Edaran Kemenag RI Nomor 5 Tahun 2022

Sementara itu, dalam keterangan pers-nya pada Rabu (21/02/24) saat diwawancarai Tawaf TV, Direktur Urais dan Binsyar, Ditjen Bimas Islam – Kemenag RI, Dr. H. Adib, M.Ag. menyatakan bahwa hingga kini, masih banyak pengurus masjid yang tidak menghiraukan pengaturan pengeras suara dari Kemenag RI.

“Masih sering dijumpai ada masjid-masjid kita yang belum begitu aware (peduli) terkait dengan pengaturan pengeras suara itu. Ada dua hal, yang pertama dari sisi kualitas sound system-nya itu sendiri,” ujarnya pada Rabu (21/02/24) sore, seperti dikutip dari laman https://youtu.be/4A6Nj3qstpQ di akun Tawaf TV.

Tentunya, lanjut Dr. H. Adib, M.Ag., kegiatan DMI hari ini (Rabu, 21/02/24) sangat penting, bagaimana Takmir masjid itu dilatih untuk menata akustiknya dengan baik sehingga kualitas suaranya (akustik masjid) itu berkualitas baik.

“Yang kedua, dari sisi Kementerian Agama, tentu kita juga pernah bersama-sama dengan DMI mengeluarkan Surat Edaran. Jadi Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2022 itu bukan semata produk dari Kementerian Agama sebenarnya,” ungkapnya.

Menurutnya, Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2022 dari Kemenag RI adalah produk bersama antara DMI dengan Kemenag RI, khususnya usulan dari DMI agar bagaimana pengeras suara yang ada di masjid-masjid itu dapat diatur dengan pedoman yang baik.

– Revitalisasi Akustik di 80.645 Masjid

Sebelumnya, saat membacakan laporan kegiatan, Ketua panitia penyelenggara program “Edukasi Singkat Penataan Akustik dan Audio System Masjid,” Drs. H. Aziz Muslim, M.Si., menyatakan bahwa PP DMI telah merevitalisasi atau menata ulang akustik pada 80.645 masjid di seluruh wilayah Indonesia.

“Sejak 2013 hingga kini, PP DMI telah merevitalisasi akustik pada 80.645 masjid di seluruh Indonesia. PP DMI juga telah menyelenggarakan 54 kali kegiatan Edukasi Singkat Penataan Akustik dan Audio System Masjid hingga saat ini,” ujarnya pada Rabu (21/02/24) pagi, berdasarkan pantauan penulis.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung DMI Pusat, lantai 4, di Kota Administratif Jakarta Timur, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, pada Rabu (21/02/24).

“Program penataan akustik masjid, sejatinya telah dirancang oleh Ketua Umum PP DMI, Bapak H. Muhammad Jusuf Kalla, sejak 2013 lalu. Alhamdulillah, program ini terus berlangsung secara bertahap dan dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia,” tuturnya.

Sebagai pelaksana program, lanjutnya, Departemen Kominfo, Arsitektur dan Infrastruktur Masjid PP DMI bertekad untuk melibatkan sebanyak-banyaknya takmir masjid di seluruh Indonesia dalam program Edukasi Singkat Penataan Akustik dan Audio System Masjid.

“Jadi tidak hanya di wilayah Jabodetabek, tetapi juga di Pulau Jawa, bahkan seluruh Nusantara. Hingga kini, kami sudah melaksanakan program tersebut sebanyak 54 kali, dan masjid yang sudah ditata akustiknya ada sebanyak 80.640 masjid” jelasnya.

– 100 Mobil Akustik Masjid

Selain itu, ungkapnya, selaku Ketua Umum PP DMI, Bapak H. Muhammad Jusuf Kalla juga memfasilitasi 100 mobil akustik masjid yang tersebar di seluruh nusantara. “Harapannya, mobil akustik itu dapat berkontribusi positif dalam penataan akustik masjid di seluruh Indonesia,” imbuh Drs. H. Aziz Muslim, M.Si.

Menurutnya, penataan akustik masjid sangat diperlukan akibat kondisi fisik bangunan masjid yang sangat megah. Misalnya bagian dome atau kubah masjid yang sangat megah dan besar pada banyak masjid di Indonesia. “Apalagi ada lapisan granit dan keramik yang menjadi reflektor bagi suara sehingga timbul gema dan gaung di dalam masjid,” imbuhnya.

Kondisi ini, ungkapnya, tentu dapat menyebabkan gema dan gaung sehingga suara khatib dan imam masjid menjadi tidak jelas dan sulit dipahami. “Tidak mungkin kondisi bangunan masjid seperti ini tiba-tiba dibongkar atau dirombak struktur fisiknya karena menyebabkan biaya tinggi dan waktu yang lama,” paparnya.

“Untuk masalah tersebut (gema dan gaung), solusinya adalah penataan ulang akustik atau sistem audio masjid, tanpa harus mengubah arsitektur dan struktur fisik bangunan masjid” kata Drs. H. Aziz Muslim pada Rabu (21/2) pagi.

– Akustik Masjid dan Kemaslahatan Umat

Selanjutnya, saat memberikan kata sambutan pada Rabu (21/02/24), Ketua PP DMI, KH Abdul Manan Abdul Ghani, menggarisbawahi pentingnya revitalisasi atau penataan dan perbaikan akustik masjid di seluruh wilayah Indonesia.

“Mengapa? karena Indonesia merupakan negara dengan jumlah masjid terbesar di dunia,” ujar KH Abdul Manan saat menyampaikan kata sambutan dalam acara “Edukasi Singkat Penataan Akustik dan Audio System Masjid” pada Rabu (21/02/2024) pagi.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pra-Muktamar VIII DMI. Muktamar VIII DMI akan diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta, pada Jumat hingga Ahad, (01-03/03/2024).

Di seluruh wilayah Indonesia, lanjutnya, jumlah masjid lebih banyak daripada jumlah kantor kelurahan. Konsekuensinya, sistem audio banyak digunakan di masjid-masjid, termasuk produk TOA.

“Sayangnya, sistem audio belum benar-benar difungsikan secara maksimal. Padahal, kepentingan sosial umat perlu disampaikan melalui akustik masjid, termasuk TOA. Karena itu, sound system harus bagus, termasuk penataan ruangan masjid harus bagus,” jelas KH Abdul Manan Abdul Ghani.

– Masjid di Kabupaten Kepulauan Sula

KH Abdul Manan pun menceritakan pengalamannya saat menjadi khatib dan memberikan ceramah agama di berbagai masjid di sejumlah wilayah nusantara.

“Alhamdulillah, sudah banyak masjid yang saya singgahi, mulai dari wilayah Sabang sampai ke Merauke. Tapi anehnya, banyak problem suara di masjid akibat struktur bangunan fisik dengan kubah yang besar dan dinding keramik,” ucapnya.

Lebih lanjut, KH Abdul Manan yang juga Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu pun menceritakan pengalaman pribadinya. Tepatnya saat menjadi khatib sholat Jumat pada salah satu masjid di Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara.

“Saya pernah khotbah Jumat pada salah satu masjid di Kabupaten Kepulauan Sula. Masjidnya megah sekali, kubahnya besar, dindingnya keramik, tapi suaranya menjadi tidak jelas, bergema dan bergaung, sehingga tidak terdengar jamaah masjid,” ungkapnya.

– Tata Ruang Masjid

Menurutnya, tata ruang masjid perlu dibenahi agar akustik masjid dapat berjalan efektif. Apalagi kegiatan sosial masyarakat banyak yang disampaikan melalui akustik atau sistem audio di masjid.

“Misalnya, kapan waktu untuk mengaktifkan sistem audio di dalam masjid dan di luar masjid sehingga (fungsinya) dapat berlangsung efektif. Harapannya, akustik masjid dapat membangun lingkungan sosial masjid yang baik, termasuk menjaga kehidupan bersama kita di lingkungan sekitar masjid,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, KH.Abdul Manan pun berdoa dan berharap agar upaya perbaikan dan penataan akustik masjid dapat membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi umat Islam di Indonesia, termasuk pengurus masjid.

“Semoga upaya perbaikan dan penataan akustik masjid ini dapat menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan bagi kita semua, umat Islam dan bangsa Indonesia. Aamiin Yaa Rabbal A’lamin,” harapnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si.

Direktur Bidang Media, Komunikasi dan Informasi PP Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) DMI

LEAVE A REPLY