Guntur Subagja: “Usaha Mikro Mendominasi Pelaku Kewirausahaan di Indonesia”

0
325
Sumber: Guntur Subagja Mahardika, M.Si.

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017, tercatat bahwa usaha mikro mendominasi kegiatan kewirausahaan di Indonesia, yakni sebanyak 62,1 juta usaha mikro atau 97 persen dari jumlah total usaha di Indonesia dengan serapan sebanyak 107,2 juta tenaga kerja.

Berdasarkan pantauan NEWSCOM.ID, Selasa (10/11), Asisten Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang EKonomi dan Keuangan, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., menyatakan hal itu. Tepatnya saat menjadi narasumber dalam Seminar Daring bertema: Buat Siapa Genta Proklamasi Berbunyi?

“Usaha mikro terbukti mendominasi kegiatan kewirausahaan di Indonesia. Berdasarkan data BPS tahun 2017, tercatat ada sebanyak 62,1 juta usaha mikro atau 97 persen dari total kegiatan kewirausahaan. Usaha mikro ini mampu menyerap sebesar 107,2 juta tenaga kerja di Indonesia,” tutur Guntur Subagja.

Adapun jumlah usaha kecil di Indonesia pada 2017, lanjutnya, mencapai 757.090 usaha atau 1,2 persen dari total kegiatan kewirausahaan di Indonesia. Usaha kecil ini mampu menyerap sebanyak 5,7 juta tenaga kerja di Indonesia.

“Sedangkan jumlah usaha menengah di Indonesia pada 2017 mencapai 58.627 usaha atau 0,09 persen usaha menengah dari total kegiatan kewirausahaan di Indonesia. Usaha menengah ini mampu menyerap sebanyak 3,7 juta tenaga kerja,” ujarnya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Insan Tani dan Nelayan Indoensia (INTANI) ini pun menggarisbawahi jumlah usaha besar di Indonesia yang jumlahnya hanya mencapai 5.460 usaha atau 0,01 persen dari total kegiata kewirausahaan di Indonesia. “Usaha besar di Indonesia hanya mampu menyerap 3,5 juta tenaga kerja di Indoensia,” imbuhnya.

“Jadi sebagian besar wirausaha di Indonesia ialah para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), itu pun masih kecil jumlah usaha yang memiliki badan hukum,” ungkap Guntur Subagja Mahardika.

Namun akibat pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19), ucapnya, baik pelaku UMKM maupun usaha besar pun mengalami tekanan besar.

“Bahkan sebagian dari mereka sudah menutup usahanya, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pegawai, dan bahkan bangkrut,” paparnya.

Karena itu, harapnya, para pelaku UMKM perlu memanfaatkan teknologi digital untuk bertahan hidup, bahkan maju pesat, di tengah pandemi COVID-19, termasuk di era Normal Baru atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) saat ini.

“Khususnya di sektor-sektor ekonomi yang memiliki daya tahan tinggi seperti produk-produk pertanian, kesehatan, makanan dan minuman, serta fesyen,” jelasnya.

Acara ini berlangsung pada Selasa (10/11), Pukul 09.00 – 12.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Tepatnya diselenggarakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi Jawa Barat (Jabar) bekerja sama dengan Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) Koordintor Wilayah (Korwil) Jawa Barat.

Kegiatan ini menghadirkan Pendiri Yayasan Bina Swadaya dan Majalah Trubus, Drs. Fransiskus Xaverius Bambang Ismawan, B.Sc., M.Psi., selaku narasumber utama (Keynote Speaker). Dua narasumber lainnya ialah Kepala Koperasi Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ittifaq, Agus Setia Irawan, dan Ketua Koperasi Malai Padi, Drs. Nandang Nurdin, M.H.

Sedangkan Pidato Pembukaan (Opening Speech) disampaikan oleh Ketua Harian Gugus Tugas Pemulihan Ekonomi Daerah Jabar, Antonius Harso Waluyo Witono, yang akrab dipanggil Ipong Witono.

Adapun moderator dalam acara ini ialah Ketua ABDSI Korwil Jabar, Siti Nur Maftuhah. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY