Antara Rumah Tani, Inovasi Produk, dan Kearifan Lokal

0
72
Asisten Staf Khusus (Astafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang Ekonomi dan Keuangan, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., sedang mempromosikan produk "Rumah Tani"

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Rumah Tani harus mampu melahirkan berbagai inovasi baru dalam mengembangkan industri di sektor pertanian, perikanan dan peternakan. Terkait hal ini, potensi lokal yang ada dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk melahirkan inovasi baru dalam tiga sektor ekonomi ini.

Tantangan dan harapan ini disampaikan langsung oleh Asisten Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang Ekonomi dan Keuangan, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., pada Kamis (1/4) siang di Kantor Wapres RI.

Tepatnya saat menerima kunjungan delegasi Rumah Tani yang berjumlah tiga orang dan dipimpin langsung oleh pendiri dan penggagasnya (founder), Egi Hendrawan.

“Kami memberikan satu tantangan, bagaimana Rumah Tani mampu melahirkan inovasi-inovasi baru dalam industri atau sektor pertanian, perikanan dan peternakan. Mulailah membangun satu kegiatan, satu aktivitas yang dimulai dengan potensi-potensi lokal yang ada,” tutur Guntur Subagja Mahardika.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI) itu pun berpesan agar anak-anak muda, khususnya generasi milenial, untuk bekerja atau menjadi pengusaha di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Jadi kita harus mulai bisa bekerja, bisa menjadi petani atau pengusaha pertanian dengan mengoptimalkan potensi lokal yang ada, baik itu sumber daya maupun bahan baku yang ada. Saatnya kita mulai memunculkan berbagai local wisdom, kearifan lokal yang ada, yang dijadikan komoditas produk nasional,” jelas Guntur Subagja.

Ketua Center for Strategic Policy Studies (CSPS) – Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI)  ini juga bangga bahwa Rumah Tani telah membina para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta ikut memasarkan produk-produk keluarga, masyarakat, dan produk usaha mikro kepada konsumen.

“Saya juga bangga Rumah Tani telah membina para (pelaku) UMKM, dan ikut memasarkan produk-produk (buatan) keluarga, produk masyarakat, produk usaha mikro. Hal ini menjadi salah satu solusi di tengah pandemi COVID-19, bagaimana generasi muda bisa membantu masyarakat yang terdampak oleh (pandemi) COVID-19,” paparnya.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Ikatan Alumni (Iluni) Program Pascasarjana (PPs.)  menggarisbawahi beban berat yang dirasakan oleh masyarakat, khususnya di sektor ekonomi, akibat dampak pandemi COVID-19.

“Kita paham betul banyak korban PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), banyak yang penghasilannya hilang karena usahanya juga tutup. Jadi ini adalah momentum bagaimana Rumah Tani bisa membantu masyarakat secara luas,” ungkap Guntur Subagja.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY