‘Supply Chain Centre’: Mewujudkan Perekonomian Jabar Terintegrasi, Berdaya Saing

0
95
Sumber: KPED Jabar / Muhammad Ibrahim Hamdani

NEWSCOM.ID, BANDUNG – Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Provinsi Jawa Barat (Jabar) telah menyelenggarakan Dialog Transformasi Ekonomi Jabar pada Senin (20/9), Pukul 14.30 Waktu Indonesia Barat (WIB), melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting.

Seminar web (Webinar) ini mengangkat tema: Supply Chain Centre, Sebuah Gagasan Transformasi Perekonomian Jabar yang Terintegrasi dan Berdaya Saing di Masa Depan”. Acara ini juga didukung oleh Pemeirntah Provinsi (Pemprov) Jabar.

Seminar Daring ini dibuka dengan pemberian kata pengantar dari Ketua Harian KPED Jabar, Antonius Harso Waluyo Witono, yang akrab disapa Ipong Witono.

Acara ini menghadirkan tiga narasumber, antara lain Direktur Utama (Dirut) PT. Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Ir. Yusmar Anggadinata. Ia membahas materi seputar Supply Chain Centre (Pusat Rantai Pasok).

Dua narasumber lainnya ialah Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Rizal Tanzil Rakhman, S.S.T., yang membahas materi seputar Material Centre (Pusat Material), dan Ahkam Naution dari Divisi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) KPED. Ia membahas materi seputar Platform Cooperative (Kerja Sama Platform).

Webinar ini dipandu oleh Wakil Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jabar Bagian Perhubungan, Aldo Fantinus Wiyana, M.Sc., M.B.A. Acara ini juga menghadirkan tiga orang penanggap, antara lain Asisten Staf Khusus (Astafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang EKonomi dan Keuangan, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si.

Dua penanggap lainnya ialah Guru Besar Fakultas EKonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Dr. Ina Primiana, S.E., M.T., dan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jabar, Ameriza M. Moesa.

Acara ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah kebijakan transformasi ekonomi Jabar, sebagai hikmah dari resesi ekonomi akibat dampak pandemi Coronavirus Desease 2019 (COVID-19).

Selain itu, hasil dari dialog ini sangat berpotensi untuk mengintegrasikan beragam kebijakan sektoral yang parsial (terpisah-pisah) menjadi kebijakan ekonomi Jabar yang efisien, berdaya saing dan holistik (menyeluruh).

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY