Video: “‘Training’ Penguatan Akhlak Bangsa Bagi Milenial, Menyongsong Indonesia Emas”

0
290

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Video pada akun Youtube Official TV Majelis Ulama Indonesia (MUI) di laman https://www.youtube.com/watch?v=TaFgqo15l44&t=123s, merupakan cuplikan singkat dari program “Training (Pelatihan) Penguatan Akhlak Bangsa Bagi milenial – Angkatan 1″ pada Sabtu (23/4) di Aula Buya HAMKA, Lantai 4, Gedung MUI Pusat.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PD PAB) MUI Pusat dan dihadiri oleh sekitar 40 peserta dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Ikatan Pelajar Persatuan Islam (Persis), dan Ikatan Pelajar Persis Putri.

Dalam acara ini, turut hadir peserta dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Wathan (IPNW), Ikatan Pelajar Al-Washliyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Perhimpunan Remaja Masjid (Prima) Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Santri Mendunia serta Pelajar Islam Indonesia (PII).

Dalam video ini, Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat, KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., M.A. Ph.D., memberikan kata sambutan sekaligus menjadi narasumber utama (keynote speaker) dalam sesi pembukaan acara.

Turut hadir dan memberikan kata sambutan Ketua PD PAB MUI Pusat, Dr. KH. Masyhuril Khamis, S.H., M.M., yang juga Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al-Washliyah. Beliau juga menjadi narasumber dan memaparkan materi tentang “Akhlak Bangsa: Masalah, Tantangan dan Solusi”.

Dalam sambutannya, KH. Muhammad Cholil Nafis mendeskripsikan generasi milenial dengan sejumlah gaya hidup seperti pragmatis, tematis, dan tidak mau terikat oleh waktu, serta ingin yang serba instan. Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi generasi yang lebih tua dan senior dalam menanamkan nilai-nilai akhlak.

“Milenial itu maunya tematis, kebutuhannya apa, pragmatis, keperluannya apa, kemudian tidak mau terikat dengan waktu, dan maunya yang instan, itu milenial. Kalianlah eranya sekarang, yang umur antara 20 sampai 39 tahun,” tutur KH. Muhammad Cholil Nafis pada Sabtu (23/4).

Artinya, lanjut KH. Cholil Nafis, generasi akan berubah, maka kita yang tua ingin menanamkan nilai-nilai akhlak melalui pelatihan penguatan akhlak bangsa bagi milenial.

Pernyataan senada diungkapkan oleh Ketua PD PAB MUI Pusat, Dr. KH. Masyhuril Khamis, S.H., M.M., saat memberikan kata sambutan dan memaparkan materi dalam acara ini sebagai narasumber.

“Kami dari PD PAB MUI merasa sangat bahagia sekali karena berhadapan dengan anak-anak kami, generasi pelanjut dan penerus, sekaligus pelurus. Kita punya tugas yang sama, yaitu penguatan akhlak bangsa,” ujar KH. Masyhuril Khamis.

Menurutnya, para peserta pelatihan ini nanti akan menjadi Duta Akhlak Bangsa. “Kita akan menjadikan pelatihan gelombag pertama ini sebagai salah satu project kita untuk kita kembangkan ke seluruh wilayah Indonesia,” papar Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah itu.

KH. Masyhuril Khamis pun berharap agar para peserta yang berjumlah sekitar 40 orang ini dapat mengikuti acara dengan baik dan serius, serta.

“Para peserta harus menjadikan kegiatan ini sebagai upaya untuk mengajak saudara-saudara kita yang lain, khususnya Milenial, untuk bisa lebih baik, lebih indah dan lebih cerdas dalam menyikapi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, KH. Masyhuril Khamis mengingatkan para peserta untuk bersiap-siap dalam menyongsong Indonesia Emas, Indonesia yang terbaik, khususnya saat berusia 30 tahun atau 40 tahun kelak.

“Pada saat itu, kalian akan menjadi pimpinan di sebuah perusahaan, pimpinan di sebuah instansi, dan bisa jadi dari kalian akan menjadi pemimpin negeri ini ke depan,” jelasnya.

Dalam sesi pembicara KH. Masyhuril Khamis ini, moderatornya ialah Emmy Kharisma Dewi, S.I.Kom., M.M., selaku Ketua Panitia Pelaksana atau Organizing Committee (OC) yang juga anggota PD PAB MUI Pusat.

Saat memberikan kata sambutan, Dr. KH. Masyhuril Khamis didampingi oleh Ketua Panitia Pengawas atau Steering Committee (SC), Dr. KH. Muhammad Suaidi, M.Ag., yang juga anggota PD PAB MUI Pusat.

Beliau juga menjadi narasumber dalam acara ini dan membahas materi bertema: Menjadikan Pribadi yang Bertumbuh atau Growth Mindset. Di awal acara, KH. Muhammad Suaidi pun memandu sesi ta’aruf atau perkenalan diri antar para peserta.

Sesi ta’aruf atau perkenalan diri dalam program ini menjadi sangat penting untuk mewujudkan keakraban, silaturahmi, dan suasana kekeluargaan yang kental diantara para peserta yang hadir.

Adapun yang menjadi moderator dalam sesi KH. Muhammad Suaidi, M.Ag., ialah Sekretaris Panitia Pengawas atau SC, Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si., yang juga Wakil Sekretaris PD PAB MUI Pusat.

Turut hadir dan mendampingi KH. Masyhuril Khamis ialah Sekretaris PD PAB MUI Pusat, KH. Nurul Badruttamam, S.Ag., M.A., dalam sesi acara pembukaan. Sekretaris Lembaga Dakwah (LD) Pengurus Besar Nahldatul Ulama (PBNU) itu tampak semangat saat menjadi moderator dalam sesi pemberian motivasi dan semangat kewirausahaan.

Sesi pemberian motivasi dan semangat entrepreneurship ini diberikan oleh motivator tingkat nasional dari Lumosa Training Center, yakni Drs. H. Samsul Rahman, M.A. Tema yang dibahas ialah Penguatan Pribadi Tangguh Menuju Generasi Gemilang atau Empowering Personal Enlighment.

Semua peserta pun terlihat sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti sesi ini. Apalagi para peserta diminta untuk bergerak aktif, termasuk komunikasi dan kontak fisik dengan para peserta lainya.

Turut hadir dan menjadi narasumber dalam kegiatan ini ialah Wakil Ketua PD PAB MUI Pusat, Dra. Hj. Siti Marhamah, M.A. Beliau membawakan materi bertema Akhlak Milenial. Adapun moderator dalam sesi ini ialah anggota PD PAB MUI Pusat, Ustadz Rokan Darsyah, S.S., S.H., M.H. Dalam sesi ini, proses pembahasan terjadi sangat dinamis.

Dalam sesi tersebut, sejumlah peserta tampak sangat kritis, antusias dan analitis dalam mengajukan pertanyaan tentang berbagai masalah yang dihadapi oleh generasi milenial dan zillenial Muslim saat ini. Termasuk solusi praktis dan efektif yang dapat dilakukan oleh generasi muda untuk mengatasi beragam masalah tersebut.

Kegiatan ini juga diisi oleh penyampaian materi bertema: Ke-MUI-an dan Penguatan Karakter Bangsa – Akhlak Bangsa oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan MUI Pusat, KH. Arif Fahrudin, M.Ag., yang juga Pengarah PD PAB MUI Pusat.

Sesi materi tersebut dipandu oleh Dr. KH. Muhammad Zen, Lc., M.A., selaku moderator yang juga anggota PD PAB MUI Pusat. Sesi ini sangat menarik karena setiap peserta mendapatkan buku dan mengajukan pertanyaan kritis tentang bonus demografi dan ciri khas milenial yang terkait erat dengan media sosial dan budaya instan.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY