Rumah UMKM Halal Hub Wakaf MUI Mulai Produksi Komoditas Ekspor ke Saudi Arabia

0
332

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Rumah UMKM yang dibangun Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (Wakaf MUI) di Kawasan Industri Halal (KIH) Sidoarjo, Jawa Timur mulai memproduksi dan mengemas produk halal UMKM yang dikirim ekspor ke Saudi Arabia.

Produk UMKM yang diproduksi dan dikemas di rumah kemasan tersebut berupa tepung beras, tepung singkong, dan tepung ubi. Produk diproses di gedung yang sudah berstandar internasional HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point). Disamping itu, juga sedang proses sertifikasi halal di UMKM Halal Hub.

“Rumah UMKM Halal Hub Wakaf MUI merupakan salah satu bagian ekosistem Global Halal Hub (GHH) untuk mendorong produk halal dan UMKM menguasai pasar nasional dan go global. Global Halal Hal Hub adalah inisiasi para pelaku usaha ekspor berbasis platform digital dan dicanangkan Wakil Presiden RI pada Januari 2022,”ungkap Ketua Lembaga Wakaf MUI, Dr. Lukmanul Hakim.

Diharapkan, UMKM Halal Hub dapat dibangun di kota dan kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia untuk pusat kurasi, pendampingan, produksi, dan pengemasan produk halal dan UMKM.

“UMKM Halal Hub disiapkan untuk mendukung Indonesia menjadi pusat industri halal dunia pada 2024,”jelas Lukmanul Hakim yang juga Staf Khusus Wakil Presiden RI.

Lembaga Wakaf MUI membeli dua unit gedung di KIH Safe and Lock Sidoarjo yang digunakan sebagai rumah UMKM Halal Hub. Gedung ini berfungsi sebagai sarana produksi dan pengemasan serta kurasi dan agregasi UMKM, khususnya di wilayah Jawa Timur.

“Gedung dibeli dari wakaf uang dan wakaf produktif para donatur yang kami kelola secara profesional dan hasil manfaatnya untuk gerakan dakwah dan penguatan ekonomi umat sebagai maukuf alaih,”papar Lukmanul Hakim yang juga Ketua MUI Bidang Ekonomi.

Sementara peralatan mesin kemasan diperoleh dari Progam Sosial Bank Indonesia (PSBI) atas dukungan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia.

Dalam pengelolaan UMKM Halal Hub, Lembaga Wakaf MUI menggandeng platform digital Goorita sebagai manajemennya yang sudah berpengalaman dalam pengelolaan produk ekspor hingga pemasaran ke luar negeri. Komoditas yang diproduksi di UMKM Halal Hub Wakaf MUI di Sidoarjo dan diekspor ke Saudi Arabia digabung dengan hasil produksi dari tempat lainnya.

“Total ekspor kami sebanyak 5 kontainer dan hasil yang diproduksi dari UMKM Halal Hub Sidoarjo sebanyak 6 ton,”ungkap Juwono Wicaksono, CEO Goorita. Komoditas ekspor tersebut adalah produksi PT Mitra Andalan Semeru yang merupakan bagian dari Grup Goorita.

Pelepasan ekspor dilaksanakan pada Sabtu, 1 Oktober 2022, oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan sebanyak lima container senilai hamper 1 juta dollar AS. Pelepasan ekspor dilakukan secara simbolik pemecahan kendi oleh Menteri Perdagangan didampingi Staf Khusus Wapres Lukmanul Hakim, Direktur Eksekutif DEKS Bank Indonesia Arief Hartawan, Sekjen Kemendag Suhanto, Dirjen Pengembangan Ekspor Kemendag Didi Sumedi, Konjen Jeddah KBRI Eko Hartono bersama ITPC Jeddah Muhammad Rivai Abbas, serta sejumlah pejabat lainnya yang hadir, di UMKM Halal Hub Jakarta di Kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Truk kontainer yang membawa tepung buatan asli Indonesia ini pun melaju menuju Pelabuhan Tanjung Priok selepas seremoni pelepasan ekspor tersebut.“Kami mengapresiasi upaya yang dilakukan Goorita dengan berharap UMKM Halal Hub dapat menjadi katalisator bagi UMKM Indonesia sehingga dapat lebih berperan di pasar internasional dan secara khusus juga dapat mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Produsen Halal Dunia,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan.

“UMKM Halal Hub ini diharapkan mampu membantu produk UMKM Jakarta agar mampu naik kelas dan menjadi salah satu daerah contoh bagi daerah lain untuk mengembangkan produk halal di daerah menuju pasar global sehingga dapat mewujudkan Indonesia menjadi negara produsen halal nomor satu dunia. UMKM Halal Hub juga diharapkan menjadi hamzah washal atau (penjamin komoditas) yang bisa mengakselerasi hilirisasi produk pertanian, perkebunan kelautan serta produk kreatif daerah sehingga menjadi produk yang bisa dipasarkan secara global”, kata Lukmanul Hakim. *

LEAVE A REPLY