Kampung Bahari Nusantara: “INTANI-Pegadaian-TNI AL Latih Pembudidayaan Rumput Laut”

0
425
Sumber: DPP INTANI

NEWSCOM.ID, KABUPATEN BEKASI РPerkumpulan Insan Tani dan Nelayan (INTANI) berkolaborasi dengan PT. Pegadaian dan Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) sedang mengembangkan Kampung Bahari Nusantara di Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Implementasi Kampung Bahari Nusantara dimulai dengan program Pelatihan Pertanian Organik dan Budi Daya Rumput Laut yang berlangsung sejak Selasa (11/7) hingga Kamis (13/7) di Masjid Nur At-Taqwa, Kampung Bungin, RT 01, RW 01, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong.

Kampung Bungin dipilih sebagai lokasi implementasi program karena memiliki potensi ekonomi kelautan dan maritim yang cukup tinggi dalam sektor perikanan, rumput laut dan pariwisata. Namun potensi tersebut belum dikelola secara optimal sehingga tidak berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.

Misalnya, Kampung Bungin terkenal dengan keindahan pantainya, yakni Pantai Muara Bungin, yang menjadi salah satu destinasi wisata terkenal di Kabupaten Bekasi. Sayang sekali, Pantai Muara Bungin yang berjarak sekitar 120 Kilometer dari Jakarta ini tidak terawat. Bahkan sebagian kawasan pantai terkikis abrasi air laut.

Sedangkan Desa Pantai Bakti berpenduduk 6.282 jiwa dan memiliki luas wilayah sebesar 3.401,763 hektare. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai nelayan, petambak ikan dan pembudi daya rumput laut.

Adapun Program Kampung Bahari Nusantara dimulai dengan peningkatan kapasitas masyarakat dan pemberdayaan masyarakat pesisir, khususnya terhadap pembudi daya rumput laut. Profesi ini menjadi mata pencaharian dari sebagian besar warga Kampung Bungin, selain sebagai nelayan dan petambak ikan.

Pelatihan Pertanian Organik dan Budi Daya Rumput Laut menjadi salah satu bentuk implementasi peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat pesisir di Kampung Bungin. Rencananya, pelatihan ini akan dilanjutkan dengan pendampingan dan pembuatan demplot (demonstration plot) budi daya rumput laut.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) INTANI, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., mengapresiasi Korps Marinir TNI AL yang memiliki perhatian penuh dalam pengembangan masyarakat pesisir, sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan nasional di semua aspek.

“Kami senang dapat berkolaborasi dengan Korps Marinir TNI AL dan Pegadaian untuk bersama-sama membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan,” ungkap Guntur Subagja Mahardika pada Selasa (11/7) pagi.

Tepatnya saat hadir langsung dalam Pembukaan Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Rumput Laut Berkelanjutan di Masjid Nur At-Taqwa, Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong.

Dalam acara ini, turut hadir Mayor Marinir TNI AL Deny Aprianto Putro dari Korps Marinir TNI AL, dan Kepala Departemen Business Support Kantor Wilayah (Kanwil) VIII Pegadaian, Suyanto. Keduanya juga menyampaikan kata sambutan bersama Ketua Umum DPP INTANI, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si.

Hadir pula Pakar Budi Daya Rumput Laut dan Pengembangan Ekonomi Maritim yang juga Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB University), Prof. Dr. Ir. Hj. Nurjannah, M.S., selaku narasumber.

Narasumber lainnya ialah Peneliti Ahli Madya Badan RIset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Ir. Dasep Hasbullah, yang juga praktisi pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, serta Ketua Badan Pengembangan Pertanian Organik DPP INTANI, Ustaz Baharuddin Rahman.

“Selain pelatihan dan pendampingan, Intani juga siap menjadi off-taker untuk pasar lokal dan ekspor rumput laut,” ucap Guntur Subagja.

Menurutnya, pengembangan budi daya rumput laut akan menjadi bagian dari program The Gade Integrated Farming, yang merupakan kolaborasi PT. Pegadaian dengan INTANI di berbagai daerah di Indonesia.

“Melalui program ini (The Gade Integrated Farming), kita bangun ekosistem pertanian dan perikanan secara terintegrasi dan ramah lingkungan,” ujar Guntur yang juga Ketua Center for Strategic Policy Studies (CSPS) – Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) itu.

Dalam Pelatihan Pertanian Organik dan Budi Daya Rumput Laut ini, terdapat 30 peserta dari tige kelompok tani di Desa Pantai Bakti. Umumnya, mereka sudah membudidayakan rumput laut secara turun-temurun, namun kualitas dan hasil produksi serta nilai ekonomi rumput lautnya masih rendah.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si

Peneliti CSPS SKSG UI

LEAVE A REPLY