PLTU Jawa 7, Teknolgi USC, dan Efisiensi 15 Persen

0
88
Sumber: Kantor Berita Antara

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7 menjadi pembangkit besar pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi Ultra Super Critical (USC). Teknologi USC ini dapat meningkatkan efisiensi hingga 15 persen dibandingkan dengan teknologi non-USC.

Seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, dan Bali PT. Pembangkit Listrik Negara (PLN) (Persero), Haryanto W. S., menyatakan hal itu pada Senin (10/2) di Jakarta.

“Teknologi USC juga membuat emisi yang dihasilkan oleh PLTU Jawa 7 menjadi lebih rendah sehingga lebih ramah lingkungan. Saat ini, telah beroperasi satu unit dengan kapasitas daya listrik yang dihasilkan mencapai 1.000 Mega Watt (MW). Sedangkan unit 2 berkapasitas 1.000 MW dan akan masuk tahun 2020,” tutur Haryanto W. S.

Menurutnya, saat ini PLTU Jawa 7 menjadi PLTU terbesar di Indonesia. “Pasokan listrik di Jawa-Bali pun semakin meningkat dengan beroperasinya PLTU Jawa 7 Unit 1 sejak akhir 2019,” papar Haryanto W. S.

PLTU Jawa 7 ini merupakan pembangkit listrik berbahan bakar batubara yang terletak di Serang, Provinsi Banten, dan menjadi PLTU terbesar di Indonesia dengan total kapasitas sebesar 2 × 1.000 MW.

“Daya listrik pembangkit PLTU Jawa 7 akan disalurkan untuk memperkuat sistem interkoneksi Jawa-Bali, yakni melalui jaringan Suralaya-Balaraja 500 kilo Volt (kV) menuju interkoneksi Jawa-Bali,” jelasnya.

Dengan demikian, ungkapnya, PLTU Jawa 7 dapat menopang kebutuhan listrik yang terus meningkat dari tahun ke tahun. “PLTU Jawa 7 juga menggunakan teknologi Sea Water Fuel Gas Desulfurization (SWFGD) dan teknologi boiler dalam operasinya sehingga bersifat ramah lingkungan,” ujarnya.

PT. PLN (Persero), lanjutnya, telah menggunakan coal handling plant sepanjang 4 kilometer dalam menyalurkan batubara dari kapal tongkang ke PLTU Jawa 7 unit 1. “Jadi tidak ada batubara yang tercecer hingga sampai ke coal yard.,” katanya.

PLTU Jawa 7 Unit 1 juga dapat menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) karena besarnya kapasitas yang dimiliki dan menggunakan teknologi terkini. “BPP PLTU Jawa 7 ialah senilai 4,2 sen dolar AS per kilo Watt hour (kWh),” katanya.

Menurutnya, nilai BPP PLTU Jawa 7 jauh lebih rendah dibandingkan dengan BPP PLTU lama yang mencapai US$ lima sen hingga US$ enam sen per kWh. “Dalam proses pengerjaan-nya, PLTU ini juga menyerap tenaga kerja hingga lebih dari 4.000 orang,” paparnya.

PLTU Jawa 7 Unit 1 ini juga turut aktif dalam embantu kelestarian lingkungan hidup dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti normalisasi Sungai Terate serta Gerakan Bersih Laut dan Pantai.

Proyek PLTU Jawa 7 ini merupakan hasil kerja sama antara anak usaha PLN, yakni PT Pembangkitan Jawa-Bali dengan China Shenhua Energy Company Limited.

Sumber: Kantor Berita Antara

Editor: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY