Pandemi COVID-19, Pemerintah Melarang Mudik Bagi ASN-TNI-POLRI-BUMN

0
95
Sumber: LKBN Antara

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia (RI) menegaskan larangan mudik Idul Fithri bagi setiap Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pegawai anak perusahaan BUMN.

“Kita tadi sudah putuskan bahwa untuk ASN, TNI dan Polri serta pegawai BUMN dilarang mudik,” tegas Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, pada Kamis (9/4) di Istana Merdeka, Jakarta, seperti dikutip dari Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara.

Sedangkan untuk masyarakat umum, lanjutnya, pemerintah masih belum mengeluarkan larangan untuk mudik. “Kemudian untuk masyarakat, kita akan melihat lebih detail di lapangan, kita akan mengevaluasi dari hal-hal yang ada di lapangan,” ujar Presiden Joko Widodo pada Kamis (9/4).

Meskipun belum ada larangan mudik untuk masyrakat umum, lanjutnya, pemeirntah tetap menganjurkan agar masyarakat tidak mudik pada Hari Raya Idul Fitri 2020.

“Untuk itu sekali lagi, pemerintah menganjurkan untuk tidak mudik, dan tadi sudah saya sampaikan, penyaluran bantuan khususnya di Jabodetabek, kita berikan agar warga mengurungkan niatnya untuk mudik,” ujar Presiden Joko Widodo.

Apalagi transportasi umum, ungkapnya, juga akan dibatasi kapasitasnya. Kendaraan pribadi pun akan dibatasi jumlah penumpangnya. “Dan yang memakai kendaraan pribadi akan kita batasi dengan pembatasan kapasitas angkut mobil dan motor,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan ini, Presiden Joko Widodo juga mengumumkan beberapa kebijakan bantuan sosial yang baru, yaitu: Pertama, bantuan khusus bahan pokok sembako dari pemerintah pusat untuk masyarakat di DKI Jakarta.

“Dialokasikan untuk 2,6 juta jiwa atau 1,2 juta KK (Kepala Keluarga) dengan besaran Rp 600 ribu per bulan selama 3 bulan, anggaran yang dialokasikan Rp2,2 triliun,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Kedua, ucapnya, ialah bantuan sembako untuk wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota dan Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, serta Kota dan Kabupaten Bekasi (Bodetabek).

“Bantuan sembako ini akan diberikan kepada 1,6 juta jiwa atau 576.000 KK, sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 3 bulan dengan total anggaran Rp1 triliun,” imbuhnya.

Ketiga, ujarnya, ialah untuk masyarakat di luar kawasan Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta dan Bodetabek. Mereka akan diberikan bantuan sosial tunai, bagi 9 juta KK yang tidak menerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bansos sembako.

“Sekali lagi, kepada 9 juta KK sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 3 bulan dan total anggaran yang diisiapkan adalah Rp 16,2 triliun,” jelas Presiden Joko Widodo.

Keempat, paparnya, sebagian dana desa juga segera dialokasikan untuk bantuan sosial di desa untuk 10 juta keluarga penerima dengan besaran Rp 600 ribu per bulan selama 3 bulan. “Adapun total anggaran yang disisapkan adalah Rp 21 triliun,” imbuhnya.

Hingga Rabu (8/4), jumlah warga yang positif terinfeksi COVID-19 di Indonesia mencapai 2.494 kasus dengan 222 orang dinyatakan sembuh dan 240 orang meninggal dunia.

Kasus positif COVID-19 ini sudah menyebar di 32 provinsi di Indonesia dengan daerah terbanyak positif berturut-turut yaitu DKI Jakarta (1.470), Jawa Barat (365), Banten (212), Jawa Timur (196), Jawa Tengah (140), Sulawesi Selatan (127), Yogyakarta (41), Bali (49), Sumatera Utara (59), Papua (38), Kalimantan Timur (32) dan provinsi lainnya.

Berdasarkan data dari situs Worldometers, hingga Kamis (9/4) siang, terkonfirmasi di dunia ada 1.521.116 orang yang terinfeksi positif COVID-19 dengan 88.565 kematian. Dari jumlah itu sudah ada 331.355 orang yang dinyatakan sembuh.

Hingga Kamis (9/4), tercatat warga Amerika Serikat yang terinfeksi positif COVID-19 mencapai 435.160 kasus, di Spanyol 148.220 kasus, di Italia 139.422 kasus, di Jerman sebanyak 113.296, di Prancis 112.950, di China 81.865 kasus, dan di Iran 64.586.

Bahkan jumlah kematian tertinggi hingga Kamis (9/4) terjadi di Italia, yaitu sebanyak 17.669 orang, disusul Amerika Serikat sebanyak 14.797 orang, di Spanyol 14.792 orang, di Prancis 10.869 orang, di Inggris 7.097 orang, dan di Iran 3.993 orang. Saat ini sudah ada lebih dari 204 negara dan teritori yang mengonfirmasi kasus positif COVID-19.

Sumber: LKBN Antara

Editor: Hamdani

LEAVE A REPLY