PSBB, Pemprov Jabar Menyalurkan 5.000 Paket Bansos di Bodebek

0
104
Sumber: LKBN Antara

NEWSCOM.ID, KOTA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dr. H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D., meninjau langsung penyaluran bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk warga rawan miskin atau miskin baru yang terdampak pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19).

Seperti dikutip dari Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, warga rawan miskin atau miskin baru itu berdomisili atau menjadi perantau di wilayah Kota dan Kabuoaten Bogor, Kota dan Kabupaten Bekasi, serta Kota Depok (Bodebek). Peninjauan itu berlangsung pada Rabu (15/4) oleh Gubernur Ridwan Kamil.

“Ada 5.000 paket bansos. masing-masing 1.000 paket di tiap daerah yang disalurkan melalui PT. Pos Indonesia dan bekerja sama dengan ojek online (ojol) serta ojek pangkalan (opang) setempat,” tutur Gubernur Ridwan Kamil pada Rabu (15/4) di Kota Bandung.

Menurut gubernur yang akrap disapa Kang Emil itu, paket bansos dari Pemprov Jabar terdiri dari bantuan tunai dan bantuan pangan non tunai senilai Rp 500 ribu. Bantuan ini akan diberikan selama empat bulan ke depan.

“Kami sudah mulai mengirimkan yang namanya bantuan provinsi, 500.000 (rupiah) kali empat bulan. Yang diangkut ini adalah 350.000 (rupiah) dalam bentuk sembako, ada beras, gula, sarden, mi instan, vitamin, telur, dan lain-lain, kemudian 150.000 (rupiah) untuk tunai,” papar Kang Emil.

Gubernur Ridwan Kamil juga memilih PT. Pos Indonesia untuk menyalurkan bansos karena Pemprov Jabar memerlukan tempat yang cukup luas di banyak titik untuk menyimpan paket bansos. Selain itu, PT Pos Indonesia memiliki aplikasi inventori yang memadai.

“Saya ucapkan terima kasih atas kerja samanya. Kita beli sembako (sembilan bahan pokok)-nya dari pedagang pasar dalam asosiasi dari Bulog, kemudian dikirim oleh PT Pos, karena PT Pos punya markas dan punya aplikasi inventori yang bagus,” ungkapnya.

Jadi nanti, lanjutnya, kalau warga menerima (paket bantuan) difoto, kemudian nanti fotonya masuk ke laporan kami, supaya tidak salah sasaran,” ucapnya.

“Adapun jumlah Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) penerima bantuan dari Pemprov Jabar, berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), berjumlah 29.088 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Bogor, 8.046 KK di Kota Bogor, 10.423 KK di Kota Depok, 14.396 KK di Kabupaten Bekasi, dan 27.847 KK di Kota Bekasi,” ujarnya.

Menurutnya, para penerima bantuan itu merupakan masyarakat Jabar yang kondisi sosial dan ekonominya terdampak pandemi COVID-19 akibat virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) – Corona Virus (CoV)-2.

“Kami memberdayakan driver dari grab dan dari gojek, sebagian dari yang mengirim juga sehingga mereka ada pendapatan dari proses ini,” jelas Kang Emil.

Karena ini jumlahnya besar, ucapnya, maka tidak bisa tiga hari hingga empat hari selesai, tetapi minimal 10 hari sampai 15 hari. “Jadi nanti mohon izin ada warga yang nanti dapatnya di awal bulan, ada warga yang dapatnya di hari kelima atau tengah bulan, itu mohon dipermaklumkan,” katanya.

Berdasarkan surat dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jabar Nomor 466.2/1545/pfm terkait Penetapan Data DTKS Penerima Bantuan Pemprov Jabar, saat ini telah ditetapkan 445.339 KRTS penerima bantuan dari DTKS.

Sumber: LKBN Antara

Editor: Hamdani

LEAVE A REPLY