PSBB, Presiden Meninjau Kesiapan ‘New Normal’ di Stasiun MRT

0
113
Sumber: LKBN Antara

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. H. Joko Widodo, telah meninjau kesiapan penerapan prosedur Standar Tatanan Baru atau New Normal di sarana publik pada Selasa (26/5) pagi. Kepala Negara RI mengunjungi Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Dalam kunjungan ini, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., dan Kepala Kepolisian RI (Kapolri), Jenderal Polisi (Pol.) Drs. Idham Aziz, M.Si.

Protokol kesehatan pun dilakukan secara ketat karena beliau bertiga tetap menjaga jarak aman (physical distancing), mengenakan masker, dan melakukan pemindaian suhu tubuh saat memasuki area stasiun. Informasi ini disampaikan oleh Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden RI dalam rilisnya pada NEWSCOM.ID, Selasa (26/5).

“Penerapan prosedur standar yang akan segera dilaksanakan ini bertujuan untuk lebih mendisiplinkan masyarakat terkait protokol kesehatan saat berada di sarana publik,” tutur Presiden Joko Widodo pada Selasa (26/5) pagi.

Anggota TNI dan Polri, lanjutnya, akan disebar ke sejumlah titik keramaian untuk senantiasa mengingatkan masyarakat dalam menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan.

“Pagi hari ini, saya datang ke Stasiun MRT dalam rangka untuk memastikan bahwa mulai hari ini akan digelar oleh TNI dan Polri pasukan untuk berada di titik-titik keramaian,” ujar Presiden Joko Widodo.

Tujuannya, ucap Presiden Joko Widodo, ialah dalam rangka lebih mendisiplinkan masyarakat sehingga dapat mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan prosedur Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurutnya, pelaksanaan pendisiplinan masyarakat yang akan digelar di empat provinsi dan 25 kabupaten/ kota. “Harapannya, kedisiplinan akan mengingatkan dan menyadarkan masyarakat sehingga kurva penyebaran Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) akan semakin menurun,” imbuhnya

“Kita melihat bahwa R0 (dibaca R-naught) dari beberapa provinsi sudah di bawah satu dan kita harapkan semakin hari semakin turun dengan digelarnya pasukan dari TNI dan Polri di lapangan secara masif,” jelasnya.

R0 (dibaca R-naught) merupakan metrik epidemiologi yang digunakan untuk menggambar-kan penularan agen infeksi. Saat ini, pemerintah tengah berupaya agar angka R0 di sejumlah wilayah berada di bawah satu yang berarti penularan dan pertumbuhan kasus COVID-19 semakin melambat.

Sementara itu, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dalam keterangannya menyatakan bahwa pelaksanaan pendisiplinan protokol kesehatan ini akan menyasar pada objek-objek keramaian seperti mal, pasar, dan tempat pariwisata yang memungkinkan terjadinya kerumunan.

“Untuk tahap pertama, pendisiplinan akan dilaksanakan dengan kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan Gugus Tugas Penanganan COVID-19. Hal ini akan dilakukan secara serentak di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Gorontalo.

“Dari data yang ada di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota, ada 1.800 objek yang akan kita laksanakan pendisiplinan tersebut. Yang kita laksanakan adalah pendisiplinan protokol kesehatan agar masyarakat tetap menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan kita siapkan tempat mencuci tangan,” paparnya.

Mudah-mudahan, harapnya, pendisiplinan protokol kesehatan COVID-19 tahap pertama ini bisa berjalan dengan baik.

 

LEAVE A REPLY