InMind Institute: ‘Pandemi COVID-19, Agama Berkontribusi Penting dalam Menjaga Imunitas Bangsa’

0
142
Sumber: InMind Institute / https://www.youtube.com/watch?v=RydmeQ2IvuQ&t=606s

NEWSCOM.ID, DEPOK – Agama berperan penting dalam menjaga dan menciptakan imunitas terhadap diri masyarakat dan bangsa Indonesia di masa pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) ini. Ajaran agama dapat memberikan siraman rohani sehingga masyarakat lebih tenang dan tenang itu awal dari obat.

Ketua Komisi Dakwah Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D., yang juga pembina Inisiatif Moderasi (InMind) Institute, mengonfirmasi hal itu pada Rabu (6/5) sore.

Tepatnya saat menjadi pembicara utama (keynote speaker) dalam Web Seminar (Webinar) Kajian Moderasi Kebangsaan #2 bertajuk: Peran Agama dalam Menghadapi Pandemi COVID-19 pada Rabu (6/5), Pukul 16:00 – 17:30 Waktu Indonesia Barat (WIB).

“Pertama dan yang utama, dalam menciptakan imunitas bangsa, imunitas diri kita, masyarakat, itu perlu keagamaan, karena agama bisa memberi siraman sehingga mereka lebih tenang. Tenang itu awal dari obat, dan panik itu awal dari penyakit. Sedangkan kesabaran kita adalah imunitas, bagian dari kesembuhan,” tutur KH. Cholil Nafis.

Karena itu, lanjutnya, siraman-siraman rohani dari tokoh agama untuk menenangkan umatnya agar tidak panik jelas tidak kalah penting dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa pandemi COVID-19 ini.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Cendekia Amanah itu, agama menjadi solusi yang tepat di era pandemi COVID-19. Termasuk peran efektif agama dalam mencegah kepanikan di masyarakat sehingga mereka tidak melakukan panic buying.

“Jika kita semua membeli dan memborong makanan dengan panik, maka akan terjadi krisis pangan. Hal ini bisa dicegah dengan kekuatan agama,” paparnya.

Dalam kerangka Islam, lanjutnya, bahwa kita tinggal di rumah, lalu bersikap sabar dan tenang, di satu sisi kita berupaya untuk menghindar dari penyakit.

“Hal ini adalah syariat, tuntunan di dalam agama kita (Islam). Saat yang bersamaan, kita juga tidak menafikan untuk kita percaya kepada takdir Tuhan,” jelas KH. Cholil Nafis.

Selain itu, KH. Cholil Nafis pun menjelaskan kondisi hukum di Indonesia, pemerintah menggunakan regulasinya bahwa kebenaran hukum, kebenaran keagamaan itu kembali kepada majelis-majelis agama.

“Tata krama di dalam agama Islam, di dalam beribadah, sangat diminta pendapat keagamaan dari MUI. Di sini lah letak peran agama memberi jawaban kepada publik, kepada pemerintah dan kepada masyarakat,” ucapnya.

Agama, ungkapnya, sangat berkontribusi di dalam menciptakan kita meraih kemerdekaan, ketika mengisi kemerdekaan, dan menjadi solusi di saat pandemi COVID-19.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si.

Direktur Humas dan Media Inisiatif Moderasi (InMind) Institute

Redaktur Website NEWSCOM.ID

LEAVE A REPLY