Innalillahi, Sastrawan Legendaris Indonesia, Sapardi Djoko Damono, Wafat

0
112
Sumber: Iluni FIB UI

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un, segenap Keluarga besar NEWSCOM.ID menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya sastrawan dan pujangga legendaris Indonesia, almarhum Prof. Dr. Drs. Sapardi Djoko Damono, pada Ahad (19/7) pagi, Pukul 09.17 Waktu Indonesia Barat (WIB), pada usia 80 tahun.

Seperti dikutip dari laman https://www.antaranews.com/, almarhum Prof. Sapardi Djoko Damono wafat di Eka Hospital Bumi Serpong Damai (BSD) City, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Almarhum telah dirawat di rumah sakit sejak Kamis (9/7), karena menurunnya fungsi orang-organ tubuh.

Inna lilahi wa inna ilaihi Rooji’un. Telah meninggal dunia sastrawan besar Indoensia, Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono, di Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan, pada hari ini, 19 Juni 2020, Pukul 09.17 WIB,” tulis pesan singkat keluarga almarhum kepada media.

Sebelumnya pada Jumat (10/7), salah satu Sutradara dari Komunitas Teater Keliling, Rudolf Puspa Heruana, mengonfirmasi bahwa sastrawan Sapardi Djoko Damono telah dirawat di rumah sakit sejak Kamis (9/7).

“Sastrawan Sapardi Djoko Damono masuk ICU (Intensive Care Unit) di Eka Hospital, BSD. Kerja organ tubuh menurun. Mari kita do’a bagi kesehatannya,” tulis Rudolf Puspa Heruana dalam akun Twitter-nya pada Jumat (10/7).

Almarhum merupakan sastrawan besar Indonesia yang aktif sejak tahun 1950-an hinga kini. Beliau lahir pada 20 Maret 1940 dan telah menulis berbagai karya sastra dalam bentuk sajak, puisi, esai dan cerita pendek, novel dan karya tulis serta buku.

Beberapa puisi dan novel karya almarhum Prof. Supardi Djoko Damono juga telah diangkat dalam bentuk karya seni lainnya seperti musikalisasi drama dan film. Novel berjudul Hujan Bulan Juni yang diluncurkan pada tahun 1994 merupakan salah satru karya seninya yang paling terkenal.

Selama hidupnya, almarhum juga dikenal luas karena aktivitasnya sebagai sastrawan, dosen dan Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) Periode 1995-1999.

Penggalan puisinya yang sangat terkenal, seperti ditulis oleh Ikatan Alumni FIB UI, ialah: Pada suatu hari nanti, Jasadku tak akan ada lagi, Tapi dalam bait-bait sajak ini, Kau takkan kurelakan sendiri.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY