Klarifikasi Wapres Ma’ruf, K-Pop, dan Pelajaran dari Korea

0
87
Sumber: https://republika.co.id/

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Sebagian kalangan telah salah paham terhadap pernyataan Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. (H.C.) Drs. KH. Ma’ruf Amin, pada Ahad (20/9), saat memberikan kata sambutan dalam Peringatan 100 Tahun Kedatangan Warga Korea di Indonesia.

Mereka menilai bahwa Wapres Prof. KH. Ma’ruf Amin tidak paham musik dan seolah-olah telah merendahkan kualitas musik Indonesia berada di bawah musik Korea. Informasi ini disampaikan oleh Juru Bicara Wapres RI, Drs. KH. Masduki Baidlowi, M.Si., dalam rilisnya kepada NEWSCOM.ID, Kamis (24/9).

“Perbincangan publik juga bergulir luas. Bahkan beredar video pendek yang diunggah sebuah akun di facebook, termasuk unduhan video berisi gabungan potongan video Wapres KH. Ma’ruf Amin dan penampilan Girl Band Korea. Semua itu tersebar di beberapa grup WhatsApp,” tutur KH. Masduki Baidlowi.

Video yang beredar itu, lanjutnya, memberi kesan seolah Wapres KH. Ma’ruf Amin sedang menonton aksi grup musik perempuan Korea dengan kostum minim. “Wapres seolah tengah memberikan endorsement untuk menonton musik Korea itu,” imbuhnya.

Sebagian komentar di media sosial pun, ungkapnya, mengisyaratkan niat yang jauh dari etika. “Mereka mempersepsikan Wapres KH. Ma’ruf Amin, yang juga seorang ulama, telah mengajak masyarakat untuk menyaksikan tontonan vulgar,” ujarnya.

Namun Staf Khusus Wapres RI Bidang Komunikasi dan Informasi itu pun megapresiasi para warganet yang berusaha menangkap pesan pokok dari isi pidato Wapres. “Ternyata, masih banyak pula komentar jernih dan positif dari warganet,” paparnya.

“Khususnya terkait judul rilis resmi Kantor Wapres RI, yakni Tingkatkan Kerja Sama Teknologi, Indonesia Bisa Belajar Banyak dari Korea,” jelas KH. Masduki Baidlowi, M.Si.

KH. Masduki Baidlowi juga mengarisbawahi latar belakang pidato Wapres Prof. KH. Ma’ruf Amin, yakni keprihatinan terhadap sebagian masyarakat Indonesia yang cenderung sekedar konsumtif terhadap budaya luar.

“Dalam sekian kali perbincangan saya dengan Wapres, beliau sudah lama prihatin pada sebagian masyarakat kita yang cenderung sekedar konsumtif pada budaya luar. Hal ini penting dipahami sebagai latar belakang,” jelasnya.

Menurutnya, kita harus terus mengembangkan kreatifitas terhadap keragaman budaya Indonesia. Tujuannya agar budaya kita bisa diminati di mancanegara. “Korea telah memberi contoh sukses di bidang itu,” ucapnya.

“Pernyataan Wapres KH. Ma’ruf Amin perlu dipahami dan didudukkan secara proporsional. K-Pop bukan tema tunggal, juga bukan tema utama dalam pidato Wapres saat itu,” kata KH. Masduki Baidlowi saat memberikan klarifikasi.

Adapun pidato Wapres Prof. KH. Ma’ruf Amin pada Ahad (20/9) lalu berdurasi sekitar lima menit. Video lengkapnya dapat dilihat di akun resmi Wapres RI, yakni di laman https://www.youtube.com/watch?v=_aCDZMvT2Ro / Asisten Deputi Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) RI.

Video di atas berjudul Tingkatkan Kerja Sama Teknologi, Indonesia Bisa Belajar Banyak dari Korea. Dalam video ini, Wapres Prof. KH. Ma’ruf Amin menyampaikan banyak aspek seperti ekonomi, investasi, dan alih teknologi untuk industrialisasi Indonesia.

“Termasuk pendidikan dan kerja sama dalam mengatasi pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) serta kebudayaan. Dalam konteks inilah Wapres Prof. KH. Ma’ruf Amin menyitir K-Pop,” katanya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY