Waketum PP DMI Terima Buku “Era Baru Afghanistan”

0
641
Sumber: Tawaf TV / Andi Ghazli

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Umum (Waketum) Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi (Pol.) Purnawirawan (Purn.) Dr. (H.C.) Drs. H. Syafruddin Kambo, M.Si., telah menerima sebuah buku berjudul Era Baru Afghanistan, Invasi Barat hingga Kemenangan Taliban pada Jumat (8/4) sore.

Proses pemberian buku ini berlangsung di Gedung DMI Pusat, Jalan Matraman Raya Nomor 39, RT 03, RW 03, Kelurahan Palmeriam, Kecamatan Matraman, Kota Administrasi Jakarta Timur, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta. Buku ini diberikan pada 6 Ramadhan 1443 Hijriah.

Buku ini diberikan secara langsung oleh Pembawa Acara atau Host program Khazanah Timur Tengah di Tawaf TV, Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si., setelah berlangsung proses pengambilan video (taping) untuk episode perdana Dr. (H.C.) Drs. H. Syafruddin, M.Si., di Studio Tawaf TV, Gedung DMI Pusat.

Dalam episode ini, Wakil Presiden (Wapres) Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) itu menjadi narasumber dengan tema: “Dunia Islam Abad Ke 21: Prospek Hubungan Indonesia – Timur Tengah”. Acara ini tayang di Tawaf TV sejak Senin (2/5) hingga Ahad (8/5), setiap hari, Pukul 10.30 dan 22.30 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Buku Era Baru AfghanistanInvasi Barat hingga Kemenangan Taliban ini ditulis oleh para peneliti Timur Tengah dan Dunia Islam yang tergabung dalam Inisiatif Moderasi Indonesia (InMind) Institute. Tepatnya ditulis oleh 10 orang penulis yang dikoordinir oleh Yon Machmudi, M.A., Ph.D., selaku Direktur Eksekutif InMind Institute.

Salah satu dari 10 penulis itu ialah Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si. Ia menulis Bab 8 dengan sub tema: “Pelajaran bagi Dunia Islam dan Indonesia”. Ia juga mengemban amanat selaku Direktur Direktur Jaringan Strategis dan Kerja Sama Inisiatif Moderasi Indonesia (InMind) Institute.

Saat ini, alumnus pascasarjana Kajian Timur Tengah dan Islam (KTTI) – Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) itu juga mengemban amanat sebagai Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kemitraan Internasional PP Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) DMI.

Ia juga sedang mengemban amanat sebagai Wakil Sekretaris Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PD-PAB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Tawaf TV dapat disaksikan secara langsung atau live streaming di situs resminya, laman https://tawaf.tv/watch-live/live, di UseeTV pada channel 858, di Indovision pada channel 105, di MNC Vision pada channel 75, dan di Nin Media pada channel 72, serta di Galaxy.id. Selamat menyaksikan, semoga bermanfaat, terima kasih.

Dalam paparannya di episode ini, Komjen Pol. Dr. (H.C.) Drs H. Syafruddin, M.Si., menjelaskan tentang ikatan historis antara Indonesia dengan Mesir, khususnya umat Islam di Kepulauan Nusantara dengan Universitas Al-Azhar sejak masa lampau hingga kini.

“Bahkan Republik Arab Mesir menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Dalam hal ini, peran mahasiswa Indonesia di Mesir, termasuk Al-Azhar, sangat penting. Khususnya dalam membangun wacana dan dukungan rakyat Mesir terhadap kemerdekaan Indonesia,” jelasnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY