Kampung Bahari Nusantara, UU Perikanan dan Pembudidayaan Rumput Laut

0
217
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB University), Prof. Dr. Hj. Nurjannah, M.S., Sumber: INTANI

NEWSCOM.ID, KABUPATEN BEKASI – Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) bekerja sama dengan Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI) serta berkolaborasi dengan PT. Pegadaian telah menyelenggarakan Pelatihan Pertanian Organik dan Pendampingan Budi Daya Rumput Laut.

Pelatihan yang berlangsung sejak Selasa (11/7) hingga Kamis (13/7) itu berlangsung di Masjid Nur At-Taqwa, Kampung Bungin, RT 01, RW 01, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kampung Bahari Nusantara. Acara ini turut dihadiri oleh Pakar Budi Daya Rumput Laut dan Pengembangan Ekonomi Maritim, Prof. Dr. Ir. Hj. Nurjannah, M.S., selaku narasumber. Beliau juga menjadi Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB University), pada Selasa (11/7) pagi.

“Bangsa Indonesia harus memuliakan Kampung Bahari Nusantara karena perairan kita 70 persen dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Gagasan membentuk Kampung Bahari Nusantara itu ide yang luar biasa. Ini harus dimuliakan karena perairan kita 70 persen dari wilayah Negara Kesatuan RI (NKRI),” jelasnya.

Prof. Dr. Ir. Hj. Nurjannah, M.S., pun mengajak seluruh peserta acara untuk memanfaatkan sumber daya alam secara optimal dan bertanggung jawab.

“Bagaimana kita benar-benar dapat mengoptimalkan potensi sumber daya alam kita yang sangat luar biasa? Kita ini kaya sekali, bangsa yang hidup dari mega biodiversitas. Apalagi ada Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan,” paparnya.

Apa yang dimaksud dengan ikan? ucapnya, ikan ialah semua biota dan organisme yang sebagian atau seluruh hidupnya di air. Jadi berbagai macam hewan yang hidup di air disebut ikan.

“Sumber daya perairan Indonesia sangat luar biasa. Jadi tidak ada alasan untuk hidup miskin. Bahkan berbagai flora dan fauna hidup di dalam perairan Indonesia,” ucapnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Nurjannah, M.S., pun menerangkan bahwa berdasarkan penelitian terkini, terdapat 900 spesies alga hijau (Chlorophyta) yang sudah diidentifikasi. Namun alga hijau yang sudah dimanfaatkan untuk industri sebanyak 15 spesies.

“Kita perlu menggali lebih dalam kandungan gizi, protein dan manfaat lainnya dari alga dan ruput laut untukkesehatan tubuh manusia. Terkait hal ini, sangat diperlukan pengemasa dan pemasaran produknya secara baik, termasuk hilirisasi industri berbasis olahan produk-produk rumput laut,” ungkapnya.

Dalam acara ini, turut hadir Mayor Marinir TNI AL Deny Aprianto Putro dari Korps Marinir TNI AL, dan Kepala Departemen Business Support Kantor Wilayah (Kanwil) VIII Pegadaian, Suyanto. Keduanya juga menyampaikan kata sambutan pada Selasa (11/7) pagi, dalam prosesi pembukaan acara.

Turut hadir secara luring dan menyampaikan kata sambutan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) INTANI, Guntur Subagja Mahardiika, S.Sos., M.Si., yang juga Ketua Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI).

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY