APMISO Nusantara: “Pedagang Bakso, Sang Penggerak Ekonomi Kerakyatan Nasional”

0
1503
Sumber: Guntur Subagja Mahardika / APMISO Nusantara

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Pedagang bakso merupakan salah satu penggerak ekonomi kerakyatan nasional Indonesia. Jumlah pedagang bakso di seluruh nusantara diperkirakan mencapai 12 juta orang. Mereka tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Dewan Pakar Asosiasi Pedagang Mie Bakso (APMISO) Nusantara, Guntur Subagja Mahardika, menyatakan hal itu pada Jumat (11/8) siang. Tepatnya saat memberikan kata sambutan dalam acara Silaturahmi APMISO Nusantara dengan PT. Pegadaian.

Kegiatan ini berlangsung di temat Penggilingan Daging APMISO Nusantara Cabang Jakarta Barat, Jalan Angsana V Nomor 5, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Kota Administrasi Jakarta Barat, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta.

“Meskipun para pedagang bakso adalah pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di sektor informal, namun mereka mampu menggerakan ekonomi rakyat, khususnya di kalangan bawah. Mereka bekerja mandiri dan mencetak lapangan kerja secara swadaya,” tutur Guntur Subagja pada Jumat (11/8) siang.

Namun, ungkapnya, ekosistem produksi bakso hingga sampai ke tangan konsumen belum terkelola dengan baik. Sebagian pedagang bakso masih menggiling dagingnya di mesin penggilingan umum di pasar-pasar. “Padahal, kondisi ini sering kali kurang higinies. Kondisi ini pula yang menyulitkan bakso usaha mikro memperoleh sertfikat halal,” imbuhnya.

Untuk mengatasi kesulitan para pedagang bakso, ucap Guntur Subagja yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI) ini, APMISO Nusantara telah menggandeng PT. Pegadaian melalui Program Pegadaian Peduli.

“Tujuan kerja sama antara APMISO Nusantara dengan PT. Pegadaian ialah untuk menyediakan mesin penggilingan daging dan mesin pembuatan bakso yang dapat digunakan para pedagang bakso usaha mikro dan kecil,” jelasnya.

Menurut Ketua Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) itu, kedua jenis mesin yang disediakan oleh APMISO Nusantara dan PT. Pegadaian ini merupakan produksi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal dari Wonogiri, Jawa Tengah.

“Alhamdulillah, kedua jenis mesin yang diproduksi oleh UMKM lokal dari Wonogiri ini sudah terpasang di Semarang, Yogyakarta, Bantul, Ciputat di Jakarta Selatan, Duri Kepa di Jakarta Barat, dan Tangerang Selatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ucap Sekretaris Lembaga Wakaf (LW) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini, PT. Pegadaian yang memiliki program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), juga akan membantu proses sertifikasi halal para pedagang bakso.

“Khususnya para pedagang yang memproduksi bakso di mesin penggiingan daging dan mesin pembuatan bakso tersebut, sesuai dengan standar operasi prosedur (SOP) yang berlaku di MUI. Hal ini menunjukkan bahwa PT. Pegadaiaan sangat peduli terhadap pemberdayaan usaha mikro dan kecil,” kata Guntur Subagja.

Redaktur: Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si.

Peneliti CSPS SKSG UI

LEAVE A REPLY