Video Webinar: “Kerja Sama Desa Dalam Konteks Global”

0
489

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Video pada akun Youtube “Universitas Moestopo Jakarta Pusat, Kampus 1” dengan judul: “Kerja Sama Desa Dalam Konteks Global” ini beralamat di laman https://youtu.be/Pq-jKHZuhfE, dengan durasi 2 jam 30 menit 26 detik.

Video ini merupakan siaran langsung (live streaming) dari Seminar Web (Webinar) bertajuk: “Kerja Sama Desa Dalam Konteks Global” yang diselenggarakan oleh Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia (RI).

Webinar ini juga didukung oleh Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII). Turut hadir dan menjadi pembicara utama (keynote speaker) Wakil Menteri Desa (Wamendes) PDTT RI, Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, M.M., M.Si., secara daring melalui Zoom Cloud Meeting.

Adapun pidato pembukaan (Opening Speech) disampaikan oleh Wakil Rektor (Warek) I Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Budiharjo, M.Si., secara daring melalui Zoom Cloud Meeting. Narasumber lainnya dalam ialah Pemerhati Kajian Kerja Sama Desa Global Universitas Jenderal Soedirman, Dr. Agus Haryanto, M.Si., yang hadir secara daring.

Narasumber lainnya dalam seminar web ini ialah Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI), Guntur Subagja Mahardika, yang juga Ketua Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik dan Globak (SKSG) Universitas Indonesia (UI).

Turut hadir dan menjadi narasumber secara daring Ketua Umum AIHII, Dr. Asep Kamaluddin Nashir, S.Ag., M.Si. Sedangkan moderator perangkap pembawa acara dalam webinar ini ialah Wakil Rektor III Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. Ryantori, M.Si., yang juga Direktur Eksekutif Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES).

Lebih lanjut, Ketua CSPS SKSG UI itu memaparkan tentang profil kemiskinan di Indonesia per Maret 2023, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia per Maret 2023, dan keadaan ketenagakerjaan Indonesia per Februari 2023. Data-data ini diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Terkait data-data BPS di atas, indeks rasio gini dan tingkat pengangguran terbuka serta jam kerja penduduk bekerja di Indonesia menjadi alat analisis yang sangat penting. Khususnya untuk memaparkan profil kemiskinan, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk, dan keadaan ketenagakerjaan di Indonesia di era digital saat ini.

Selain itu, Guntur Subagja Mahardika juga menjelaskan seputar kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Indonesia pasca pandemi Coronavirus Desease 2019 (COVID-19).

“Terdapat tiga strategi besar ekonomi Indonesia pasca pandemi COVID-19, yakni Hilirisasi Industri, Digitalisasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), dan Ekonomi Hijau,” tutur Guntur Subagja yang juga Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Insan Pariwisata Indonesia (IPI).

Pada 2017 usaha mikro, lanjutnya, mendapat perhatian khusus pemerintah karena memiliki proporsi 97 persen dari usaha di Indonesia. Bahkan usaha mikro mampu menyerap tenaga kerja sejumlah 107,2 juta orang pada 2017.

Berikut ini adalah video pada akun Youtube “Universitas Moestopo Jakarta Pusat, Kampus 1” dengan judul: “Kerja Sama Desa Dalam Konteks Global,” di laman https://youtu.be/Pq-jKHZuhfE. Selamat menyaksikan, smeoga bermanfaat, terima kasih.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si.

Peneliti CSPS SKSG UI

LEAVE A REPLY