Video: “Rabu Hijrah, Reorientasi Umat Dari Politik Ke Ekonomi Syariah”

0
213

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA) bekerja sama dengan Rabu Hijrah: Kebangkitan Ekonomi Umat, telah menyelenggarakan Seminar bertema Reorientasi Umat dari Politik ke Ekonomi Syariah pada Rabu (3/12) malam di Masjid Cut Meutia, Jakarta, pada Pukul 19.30 – 21.30 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Berdasarkan pantauan NEWSCOM.ID, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Prof. Dr. H. Hamka Haq, M.A., dan Asisten Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang EKonomi dan Keuangan, Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si.

Dua narasumber lainnya ialah Ketua Departemen Kaderisasi Pemuda dan Remaja Masjid Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indoensia (DMI), drg. Muhammad Arief Rosyid Hasan, M.K.M., yang juga Komisaris Independen Bank Syariah Mandiri (BSM), serta Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puteri Anetta Komarudin, B.Com.

Acara ini diselenggarakan secara hibrida, yakni gabungan antara daring melalui aplikasi Zoom dan luring di Masjid Cut Meutia. Terlihat lebih dari 25 peserta mengikuti acara secara luring di Masjid Cut Meutia. Sisanya sekitar 15 peserta mengikuti acara secara daring melalui aplikasi Zoom.

Semua narasumber mengikuti seminar ini secara langsung dari Masjid Cut Meutia, kecuali Prof. Dr. H. Hamka Haq, M.A., yang mengikuti seminar ini secara virtual melalui Zoom. Seminar ini dipandu oleh mantan Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat (PP) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Phirman Rezha.

Acara yang berlangsung sekitar dua jam ini juga disiarkan secara langsung (live streaming) di akun Youtube Rabu Hijrah, https://youtu.be/6NU2qiKIFWk. Video berdurasi 1 jam 55 menit 36 detik ini telah disaksikan oleh 71 warganet dan disukai oleh delapan netizen hingga berita berisi video ini ditayangkan. Selamat menyaksikan, seoga bermanfaat.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY