Milad Ke-48, Waketum: “Meneguhkan Visi, Khidmat dan Legasi MUI”

0
256
Sumber: https://youtu.be/pWmmTOcWChE / Akun Youtube Official TV MUI / Milad Ke 48 Tahun MUI

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. Dr. Marsudi Syuhud, M.M., telah meneguhkan visi, khidmat dan legasi MUI terhadap umat dan bangsa Indonesia pada Rabu (26/7), saat memberikan kata sambutan dalam Tasyakur Milad Ke-48 Tahun MUI.

Acara ini berlangsung di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dengan tema: “Memperkokoh Persatuan dalam Bingkai Keragaman, Menuju Indonesia yang Lebih Sejahtera dan Bermartabat”.

“Milad MUI ke-48 ini adalah untuk mengekspresikan rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas karunia dan nikmat-Nya yang telah diberikan kepada Majelis Ulama Indonesia untuk terus-menerus bersatu padu melaksanakan tugas-tugas, bi riayatid diin, wal ra’yah, wal ummah dan juga sebagai khidmah shadiqul hukumah,” tuturnya.

Majelis Ulama, lanjutnya, melalui peringatan milad ini bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk selalu ingat pada sejarah, atas hal-hal yang telah dilakukan oleh para ulama-ulama terdahulu, para kiai-kiai terdahulu, yang telah meninggalkan legasi-legasi besar untuk bangsa Indonesia.

“Para kiai dan ulama meninggalkan legasi besar karena telah sepakat bahwa negara yang berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, sebagai kita bersama-sama berbangsa dan bernegara yang dihasilkan dari musyawarah mufakat, as-syura wal ridha’, negara konsensus, negara yang menurut Majelis Ulama adalah Darul Mitsaq,” ujarnya.

Menurut KH. Dr. Marsudi Syuhud, M.M., MUI juga menyebut Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan istilah Darul Mu’ahadah atau al-Mu’ahadah Wathaniyah.

Indonesia, ungkapnya, merupakan Legasi amal soleh atas kesepakatan bersama tentang konsensus dasar Pancasila, struktur bernegara yang mengaplikasikan permusyawaratan, wasyawirhum fil amri. “Hal yang demikian adalah hal yang harus kita syukuri,” imbuhnya.

“Para ulama, para kiai, telah mampu mengintegrasikan nilai-nilai agama, nilai-nilai tsabat dengan at-tathawwur, perkembangan zaman, dan mengintegrasikan pandangan-pandangan dan pendapat atau madzahib, dengan aturan-aturan atau nidzam, dengan proses musyawarah dalam pembentukan sumber hukum,” jelasnya.

MUI atau ulama-ulama terdahulu, ucapnya, telah mampu untuk al-jam’u baina tsabat wa at-tathawwur, al-jam’u bainal madzahibi wal nidzam, alhamdulillahi rabbil a’lamin.

Lebih lanjut, MUI pun bersyukur atas integrasi nilai yang telah berjalan dengan baik di negara kita (Indonesia). “Kita harus terus-menerus bersyukur teritegrasinya nilai-nilai ini,” papar KH. Dr. Marsudi Syuhud, M.M.

“Majelis Ulama Indonesia yang terus-menerus berjuang untuk mengintegrasikan nilai sampai hari ini, alhamdulillah, nilai-nilai itu kita bisa pakai bersama-sama dalam kehidupan bersama untuk co-existence, co-existing, antara bangsa di Indoensia,” tegasnya.

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, Surat Al-Hasyr Ayat 18-20, oleh Ustaz Dr. H. Sofyan Hadi Musa, S.Q., M.A.

Acara ini berlangsung istimewa karena para pengurus Dewan Pimpinan MUI Pusat mengenakan baju adat dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. (H.C) Drs. KH. Ma’ruf Amin, turut hadir dan memberikan pidato utama (keynote speech) dengan pakaian adat asal Sumatera Selatan (Sumsel).

Turut hadir dan menyampaikan laporan kepanitiaan Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat, Dr. H. Lukmanul Hakim, M.Si., yang juga Ketua Panitia Pelaksana (Organizing Committee/ OC) acara. Beliau menggunakan pakaian adat asal Jawa Barat (Jabar).

Adapun pidato pembukaan (opening speech) disampaikan oleh KH. Dr, Marsudi Syuhud, M.M., yang menggunakan pakaian adat dari Jawa Barat.

Hal unik lainnya dalam Milad Ke-48 Tahun MUI ialah pembacaan Deklarasi Ittifaq Wathani (Komitmen Kebangsaan) yang dibacakan dan dipandu langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D.

Kemudian Deklarasi Ittifaq Wathani ditandatangani secara simbolis oleh Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat, KH. Dr. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., serta para Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat, yakni Buya Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag., KH. Dr. Marsudi Syuhud, M.M., dan KH. Dr. Basri Bermanda, M.B.A.

Turut hadir dan menandatangani Deklarasi Ittifaq Wathani ialah Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat Bidang Seni dan Budaya, KH. Dr. Jeje Zaenudin, M.Ag., Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D., dan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan MUI Pusat, Buya Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A.

Dalam acara ini, Buya Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A., mengunakan pakaian adat khas Melayu, sedangkan KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D., menggunakan pakaian adat dari Jawa Timur.

Selain itu, ada pula penampilan istimewa dari musik orkestra yang diaransemen oleh Muhammad Dwiki Dharmawan, S.H., M.Sn., serta permainan piano dan persembahan lagu dari penyanyi fenomenal Indonesia, Ariani Nisma Putri, yang akrab disapa Putri Ariani.

Musik Orkestra yang diaransemen oleh Dwiki Dharmawan ialah lagu kebangsaan Indonesia Raya, Al-I’tiraf, dan Permata Indah Dunia. Lagu terakhir adalah ciptaan dari Putri Ariani. Kolaborasi antara Dwiki Dharmawan dan Putri Ariani mampu menampilkan harmonisasi syair, nada dan musik yang indah.

Lebih lanjut, Putri Ariani juga mendapatkan predikat kehormatan dari MUI berupa gelar Duta Seni Indonesia. Hal ini diumumkan langsung oleh Ketua Panitia Pelaksana Tasyakur Milad MUI Ke-48 Tahun, KH. Dr. Lukmanul Hakim, M.Si.

Adapun Pembawa Acara Tasyakur Milad MUI Ke-48 Tahun ialah David Chalik, S.T., M.M., M.Ag., yang juga Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Pusat. Sedangkan pembacaan doa di penghujung acara dipimpin oleh Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat, KH. Abdullah Djaidi.

Sumber: Akun Youtube Official TV MUI / https://youtu.be/pWmmTOcWChE / Milad 48 Tahun MUI

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si.

Wakil Sekretaris Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PD PAB) MUI

Peneliti dan Bendahara Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI)

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Rumah Produktif Indonesia (RPI).

LEAVE A REPLY