Sinergi MUI-TNI untuk Membantu Palestina: Kisah Bantuan Kemanusiaan Indonesia – (Bagian 1)

0
143
Sumber: Muhammad Ibrahim Hamdani

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Ke-10 dan Ke-12 Republik Indonesia (RI), Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, M.B.A., yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), telah bersilaturahmi ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat pada Jumat (14/6/24) siang.

Pak JK, demikian sapaan akrab H. Muhammad Jusuf Kalla, telah bersilaturahmi ke Kantor MUI Pusat bersama-sama dengan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal TNI H. Agus Subiyanto, S.E., M.Si.

Tepatnya dalam acara: “Silaturahmi dan Tukar Pikiran Antara Panglima TNI dengan Dewan Pimpinan MUI dan Organisasi-Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam Tingkat Pusat”.

Keduanya menjadi narasumber dan disambut oleh jajaran Dewan Pimpinan MUI Pusat, yakni Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat, Dr. KH. Marsudi Syuhud, M.M., Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A., dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan MUI Pusat, Dr. H. Amiryah Tambunan, M.A.

Dalam pertemuan ini, turut hadir Wakil Sekretaris Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PD PAB) MUI, Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si., yang juga Direktur Bidang Media, Komunikasi dan Informasi PP Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Sejumlah isu dan permasalahan strategis terkait ikhtiar sungguh-sungguh Pemerintah RI dalam membantu warga sipil Palestina, yang sedang menghadapi invasi dan agresi militer rezim zionis Israel, pun turut dibahas dalam kegiatan ini.

“Antara lain, penyaluran bantuan sosial dan kemanusiaan darurat dari seluruh rakyat Indonesia terhadap warga sipil Palestina di Jalur Gaza melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerja sama dengan TNI,” tutur Muhammad Ibrahim Hamdani yang juga Peneliti Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) itu pada Jumat (14/6/24).

Hal ini, lanjutnya, meliputi transportasi angkutan bantuan kemanusiaan melalui kapal laut dan pesawat udara milik TNI. Bantuan kemanusiaan itu terdiri dari makanan, minuman, obat-obatan, tenda, kebutuhan medis, pakaian, serta aneka kebutuhan khusus sehari-hari untuk perempuan dan anak-anak.

“Indonesia juga menjadi satu-satunya negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), selain Kerajaan Hasyimiyah Yordania, yang diizinkan menggunakan pesawat Super Hercules-nya, oleh otoritas Amerika Serikat (AS), untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan secara langsung ke Jalur Gaza, Palestina, dengan metode airdrop atau dijatuhkan lewat udara,” ujar Anggota Dewan Pakar Organization of Islamic Cooperation (OIC) Youth Indonesia itu.

Menurutnya, dibahas pula terkait rencana pendirian rumah sakit lapangan Indonesia oleh TNI di Jalur Gaza, termasuk pengiriman relawan kemanusiaan Indonesia yang terdiri dari dokter, perawat, psikolog, dan tokoh agama (ulama).

“Bahkan Indonesia siap menampung sekitar 1.000 pasien dari Jalur Gaza untuk dirawat di rumah sakit-rumah sakit Indonesia,” papar Ibrahim Hamdani yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Rumah Produktif Indonesia (RPI) itu.

Indonesia, ungkapnya, juga siap menampung 1.000 anak-anak Palestina yang terdampak perang dengan rezim zionis Israel, guna mendapatkan pendidikan dan penyembuhan trauma psikologis pasca perang.

“Kesiapan Indonesia ini telah diumumkan langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Jenderal TNI Kehormatan (HOR). Purnawirawan (Purn). Datuk Seri H. Prabowo Subianto, yang juga Presiden Terpilih RI,” ucap Ibrahim Hamdani yang juga Direktur Jaringan Strategis dan Kerja Sama Institut Inisiatif Moderasi Indonesia (InMind Institute) ini.

Dikutip dari laman https://nasional.kompas.com/read/2024/06/14/20240921/panglima-tni-ungkap-cerita-para-prajurit-yang-hampir-putus-asa-jelang pada Jumat (14/6/24), tercatat bahwa Panglima TNI, Jenderal TNI H. Agus Subiyanto, S.E., M.Si., mengungkapkan kisah para prajurit TNI yang hampir saja gagal melaksanakan misi. misi itu ialah menerjunkan bantuan melalui metode airdrop di Jalur Gaza Palestina, pada 9 April 2024 lalu.

Namun akhirnya, berkat doa dan usaha maksimal semua pihak, pesawat angkut terbaru TNI Angkatan Udara (AU), Super Hercules C-130J produksi Amerika Serikat (AS), dapat menyalurkan secara langsung bantuan kemanusiaan Indonesia kepada penduduk di Jalur Gaza, Palestina, melalui metode airdrop.

“Ini pun, (dari) negara Islam hanya Indonesia yang boleh (airdrop). Itu pun sudah detik-detik terakhir. Kita sudah putus asa, sudah mau pulang. Saat itu, saya memerintahkan para prajurit untuk sholat tahajud dan membaca Surat Yasin. Akhirnya dari AS menyetujui,” jelas Panglima TNI pada Jumat (14/6/24) sore.

Jenderal TNI Agus Subiyanto juga menceritakan kronologis peristiwa hampir gagalnya Indonesia mengirimkan banuan kemanusiaan dengan pesawat Super Hercules tipe C-130J produksi AS itu. “Awalnya, negosiasi dengan pihak intelijen yang dilakukan oleh Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI hampir buntu,” imbuhnya.

“Memang mentok. Saya bilang, alasannya apa? Alasannya katanya kita ini Sunni, dia Syiah. Takutnya nanti ditembak sama (mereka). Jadi alasannya banyak seperti itu,” ungkap Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Namun Panglima TNI tidak mau menyerah begitu saja, ia tetap berikhtiar sungguh-sungguh untuk meyakinkan pemerintah AS dan Yordania agar mengizinkan Indonesia menyalurkan bantuan secara langsung dengan Pesawat TNI AU.

“Tapi saya bilang, coba negosiasi lagi. Akhirnya hanya satu-satunya negara Islam yang pesawatnya digunakan untuk airdrop ya Indonesia. Malaysia dan negara lainnya menggunakan pesawat Yordania,” paparnya.

Menurut Panglima TNI, bantuan airdrop melalui pesawat angkut TNI AU ini jelas merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga bagi Indonesia. “Di tengah kancah perang, kita bisa airdrop di atas tempat saudara-saudara kita yang membutuhkan,” kata Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Lebih lanjut, Panglima TNI menjelaskan bahwa penerjunan bantuan kemanusiaan Indonesia melalui metode airdrop untuk korban perang di Jalur Gaza, Palestina, telah berlangsung pada 9 April 2024, saat hari terakhir di bulan Ramadhan tahun 1445 Hijriah.

“Pesawat Indonesia, Super Hercules C-130J, tergabung dalam tim pemberi bantuan yang terdiri dari 15 pesawat dari sembilan negara, termasuk AS dan Perancis. Saat itu, pesawat militer Yordania berada di posisi paling depan. Beriringan, pesawat Indonesia ada di urutan ketiga,” jelasnya.

Saat itu, ucapnya, metode airdrop dipilih dengan pertimbangan kemanan. Sebab kondisi di Jalur Gaza, Palestina, dinilai masih rawan untuk mendaratkan pesawat atau pun mengirim bantuan langsung melalui jalur darat.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2024/06/14/20240921/panglima-tni-ungkap-cerita-para-prajurit-yang-hampir-putus-asa-jelang.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si.

Wakil Sekretaris Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PD PAB) MUI

LEAVE A REPLY