Perspektif Perdamaian JK: “Pengalaman Indonesia, Konflik Israel-Palestina dan AS”

0
315
Sumber: Muhammad Ibrahim Hamdani

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Ke-10 dan Ke-12 Republik Indonesia (RI), Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, M.B.A., telah bersilaturahmi ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat pada Jumat (14/6/24) siang, bersama-sama dengan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI H. Agus Subiyanto, S.E., M.Si.

Tepatnya dalam acara “Silaturahmi dan Tukar Pikiran Antara Panglima TNI dengan Dewan Pimpinan MUI dan Organisasi-Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam Tingkat Pusat”.

Dalam kegiatan ini, kedua narasumber disambut oleh jajaran Dewan Pimpinan MUI Pusat, yakni Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat, Dr. KH. Marsudi Syuhud, M.M., dan dua orang Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat, yakni Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A., dan Prof. Dr. K.H. Muhammad Asrorun Ni’am Sholeh, S.Ag., Lc., M.A.

Turut hadir Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan MUI Pusat, Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A., mendampingi kedua narasumber. Hadir pula Wakil Sekretaris Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PD PAB) MUI, Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si., dalam acara ini.

  • Refleksi Konflik Ambon dan Poso

Ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu membahas seputar pengalaman hidup, interaksi dinamis dan kebijakan politiknya sewaktu terlibat dalam proses negosiasi damai di Aceh, Ambon, Poso, Afghanistan dan Palestina. Kondisi ini membuat beliau sangat bersyukur dengan kondisi negara damai di Indonesia.

“Sebagai bangsa Indonesia, kita patut bersyukur bisa tinggal di negara yang relatif aman dan damai. Kalau di negara lain, belum tentu aman dan damai seperti di Indonesia. Bahkan di masa sekarang, negara dalam kondisi perang justru bertambah banyak, seperti saudara-saudara kita di Palestina,” tuturnya.

Pak JK, sapaan akrab H. Muhammad Jusuf Kalla, pun mengajak umat Islam di seluruh dunia, khususnya di Indonesia, untuk melakukan refleksi internal atau muhasabah ke dalam diri umat Islam sendiri. Penyebabnya, dalam 20 tahun terakhir, sejak tahun 2002 hingga kini, 60 persen konflik dan perang di dunia terjadi di Dunia Islam.

“Dalam 20 tahun terakhir, 60 persen konflik di dunia ini ada di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim. Kita lihat saja konflik di Mindanao, Filipina, di Pattani, Thailand, konflik Pakistan versus India, konflik Rohingya di Myanmar, konflik Suriah, konflik Afhganistan, dan konflik di Palestina. Jadi kita harus memberikan kedamaian di kalangan umat,” jelasnya.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat itu pun mengajak segena organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Indonesia untuk membantu umat Islam di seluruh dunia agar, bagaimana pun caranya, konflik-konflik itu dapat dihentikan. “Apalagi konflik yang terjadi karena alasan agama,” imbuhnya.

Menurut tokoh nasional sekaigus pengusaha sukses kelahiran Watampone, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan itu, konflik yang terjadi karena alasan agama paling sulit dihentikan. “Penyebabnya, para pelaku konflik, baik yang menyerang maupun yang diserang, merasa yakin akan masuk surga,” paparnya.

Logika inilah yang coba dibalikkan oleh Daeng Ucu, sapaan akrab Pak JK dalam bahasa Bugis, sewaktu berikhtiar menjalin proses negosiasi damai di Ambon, Maluku, dan di Poso, Sulawesi Tengah. “Kalian semua masuk Neraka ! karena kalian membunuh manusia, umat berbeda agama,” seru Pak JK sewaktu berikhtiar mendamaikan konflik Ambon dan Poso.

Seperti dilansir dari laman https://mui.or.id/baca/berita/silaturahim-ke-mui-jk-bersatunya-umat-beragama-jadikan-indonesia-tetap-damai, Ketua Dewan Etik Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) itu pun menjelaskan bahwa sewaktu terjadi konflik di Ambon dan Poso, masing-masing pihak yang berkonflik saling mengklaim kebenaran. “Umat Islam menyatakan jihad, sedangkan umat Kristen menyatakan perang suci,” imbuhnya.

“Di pihak kita dipikir jihad dan (di pihak Kristen) perang suci. Saya katakan ketika konflik Ambon dan Poso, kalian masuk nereka. Tidak ada ayat dan perintah (untuk) membakat geraja dan masjid, saling membunuh masuk surga. Kalian masuk nereka. (Akhirnya) berhenti,” ungkap Muhammad Jusuf Kalla.

  • Peran Amerika Serikat (AS) dalam Konflik Israel-Palestina

Lebih lanjut, Menurut Dewan Kehormatan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat itu, fakta riil di lapangan menunjukkan bahwa kondisi perang atau damai di Jalur Gaza, Palestina, sangat tergantung dengan kebijakan Presiden AS, Joseph Robinette Biden Jr. atau Joe Biden, dan Perdana Menteri (PM) Negara Israel, Benjamin Netanyahu.

“Apakah mau damai atau perang di Palestina, sebenarnya tergantung pada (kebijakan) dua tokoh, yakni (Presiden) Joe Biden dan (PM. Benjamin) Netanyahu, karena negara-negara Arab seperti Mesir, Suriah dan Yordania sudah tidak bisa (mampu) berperang lagi dengan Israel. Kan dulu juga bukan Palestina yang berperang, tetapi ketiga negara itu,” paparnya.

  • Teknologi Persenjataan HAMAS (Palestina)

Meskipun Presiden Joe Biden memegang peranan penting dalam proses negosiasi damai antara rezim zionis Israel dengan para pejuang kemerdekaan Palestina, namun H. Muhammad Jusuf Kalla tetap mengakui keunggulan teknologi persenjataan milik faksi HAMAS atau Harakat Al-Muqawama Al-Islamiah.

“Sebenarnya, teknologi (persenjataan) HAMAS itu hebat, mereka bisa bikin roket, bisa buat terowongan sepanjang ratusan kilometer di Jalur Gaza, bahkan bisa menerobos sistem pertahanan Israel dalam serangan mendadak pada 7 Oktober 2023. Itu luar biasa,” ungkap tokoh perdamaian global di Aceh, Poso, Ambon dan Afghanistan.

Kesimpulan ini diperoleh Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2015-2020 itu usai bertemu dengan Delegasi HAMAS di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Ahad malam, 5 Mei 2024. Saat itu, Delegasi Hamas dipimpin langsung oleh Pejabat Biro Politik dan Wakil Kepala Urusan Internasional, Bassem Naim.

“Sewaktu bertemu Delegasi Hamas di Malaysia, saya bertanya, strategi apa yang anda (Hamas) pikirkan? Kenapa anda (HAMAS) menyerang Israel pada 7 Oktober? Apa alasan sebenarnya dalam serangan itu? Ternyata, jawabannya luar biasa, mereka (HAMAS) ingin membuktikan bahwa pertahanan militer Israel bisa diterobos oleh Palestina,” ucapnya.

H. Muhammad Jusuf Kalla pun menyambut baik serangan HAMAS terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Menurutnya, serangan HAMAS terhadap Israel itu luar biasa, berani dan cermat sekali. “Ini menunjukkan bahwa pejuang Palestina masih ada, serangan itu untuk memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan Palestina,” imbuhnya.

  • Persatuan Hamas dan Fatah Demi Palestina Merdeka

Lebih lanjut, Ketua Dewan Pertimbangan Ikatan Ahli Ekonmi Islam Indonesia (IAEII) Masa Khidmat 2019-2023 itu pun mengimbau dan meminta faksi Fatah dan Hamas untuk bersatu padu dan jangan berpecah-belah demi terwujudnya persatuan dan kemerdekaan Negara Palestina.

“Penting untuk memikirkan bagaimana agar faksi Hamas dan Fatah dapat bersatu. Saya bilang, anda bersatu dulu. Kalau anda berseteru, yang mana kita bantu? Satu ingin berunding, satu ingin perang,” jelasnya.

Kondisi Fatah dan HAMAS pecah ini, lanjutnya, telah dimanfaatkan oleh Israel. Bahkan negara-negara Arab juga pecah, ada yang dukung HAMAS, ada juga yang dukung FATAH. “Arab Saudi, Mesir dan Yordania mendukung Fatah, sedangkan Qatar, Turki dan Iran mendukung HAMAS,” ungkap H. Muhammad Jusuf Kalla.

  • Pokok Bahasan Pertemuan di MUI

Selain itu, sejumlah isu dan permasalahan strategis terkait ikhtiar serius Pemerintah RI dalam membantu warga sipil Palestina, yang sedang menghadapi invasi dan agresi militer rezim zionis Israel, pun turut dibahas dalam kegiatan ini.

“Antara lain, penyaluran bantuan sosial dan kemanusiaan darurat dari seluruh rakyat Indonesia terhadap warga sipil Palestina di Jalur Gaza. Bantuan ini disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerja sama dengan TNI,” tutur Muhammad Ibrahim Hamdani yang juga Peneliti Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) itu pada Jumat (14/6/24).

Hal ini, lanjutnya, meliputi transportasi angkutan bantuan kemanusiaan melalui kapal laut dan pesawat udara milik TNI. Bantuan kemanusiaan itu terdiri dari makanan, minuman, obat-obatan, tenda, kebutuhan medis, pakaian, serta aneka kebutuhan khusus sehari-hari untuk perempuan dan anak-anak.

“Indonesia juga menjadi satu-satunya negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), selain Kerajaan Hasyimiyah Yordania, yang diizinkan menggunakan pesawat Super Hercules-nya, oleh otoritas AS, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan secara langsung ke Jalur Gaza, Palestina, dengan metode airdrop atau dijatuhkan lewat udara,” ujar Anggota Dewan Pakar Organization of Islamic Cooperation (OIC) Youth Indonesia itu.

Menurutnya, dibahas pula terkait rencana pendirian rumah sakit lapangan Indonesia oleh TNI di Jalur Gaza, termasuk pengiriman relawan kemanusiaan Indonesia yang terdiri dari dokter, perawat, psikolog, dan tokoh agama (ulama).

“Bahkan Indonesia siap menampung sekitar 1.000 pasien dari Jalur Gaza untuk dirawat di rumah sakit-rumah sakit Indonesia,” papar Ibrahim Hamdani yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Rumah Produktif Indonesia (RPI) itu.

Indonesia, ungkapnya, juga siap menampung 1.000 anak-anak Palestina yang terdampak perang dengan rezim zionis Israel, guna mendapatkan pendidikan dan penyembuhan trauma psikologis pasca perang.

“Kesiapan Indonesia ini telah diumumkan langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Jenderal TNI Kehormatan (HOR). Purnawirawan (Purn). Datuk Seri H. Prabowo Subianto, yang juga Presiden Terpilih RI,” ucap Ibrahim Hamdani yang juga Direktur Jaringan Strategis dan Kerja Sama Institut Inisiatif Moderasi Indonesia (InMind Institute) ini.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si.

Wakil Sekretaris Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa MUI

Anggota Dewan Pakar OIC Youth Indonesia

Direktur Bidang Media, Komunikasi dan Informasi PP PRIMA DMI

Peneliti CSPS SKSG UI

LEAVE A REPLY