Waspada Corona, Dompet Dhuafa Bagikan 5.000 Masker di Hong Kong

0
95
Sumber: Kantor Berita Antara

NEWSCOM.ID, HONG KONG – Yayasan Dompet Dhuafa Republika (YDDR) Cabang Hongkong, salah satu lembaga filantropi Islam, telah membagikan ribuan masker kepada para Warga Negara Indonesia (WNI) di Hong Kong. Tujuannya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang mulai mewabah di Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Hong Kong, Imam Baihaqi, menyatakan hal itu pada Senin (10/2), dalam rilis pers nya kepada Kantor Berita Antara.

“Dompet Dhuafa Cabang Hong Kong telah membagikan 5.000 helai masker secara gratis kepada WNI yang sebagian besar merupakan Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong. Hal ini menjadi respon terhadap virus corona mulai mewabah di RRT dan yang telah menjangkiti negara-negara lain di dunia,” jelasnya.

Menurutnya, virus corona (novel coronavirus/ 2019-nCoV) telah menyebar dari Wuhan, RRT, dan menyebabkan kepanikan luar biasa di 27 negara yang telah terjangkiti virus

“WNI yang berada di RRT dan sekitarnya pun ikut waspada terhadap kemungkinan penyebarannya di antara manusia. Itu sebabnya, dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus corona, Dompet Dhuafa turut memberikan bantuan dengan membagikan ribuan masker kepada para WNI di sana (Hong Kong),” paparnya.

Dompet Dhuafa Cabang Hong Kong, lanjut Imam Baihaqi, juga berencana membagikan masker gratis ke Macau yang menjadi tempat tinggal bagi sekitar 6.000 WNI.

“Pembagian masker dilakukan dengan cara distribusi langsung ke lokasi-lokasi berkumpulnya WNI, termasuk melalui komunitas dan majelis-majelis taklim para Pekerja Migran Indonesia,” ungkapnya.

Dompet Dhuafa, tuturnya, akan terus membagikan masker hingga pemerintah Hong Kong mencabut status waspada darurat virus corona. “Dompet Dhuafa juga memberikan edukasi dan informasi terbaru tentang perkembangan virus corona kepada para WNI. Khususnya melalui laman media Dompet Dhuafa Hong Kong,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, Dompet Dhuafa telah membagikan 1.000 botol cairan anti bakteri secara gratis kepada sejumlah komunitas, majelis taklim, mitra dakwah, dan mitra program Dompet Dhuafa Cabang Hong Kong.

“Berdasarkan data yang dihimpun Dompet Dhuafa Cabang Hong Kong per 9 Februari 2020, lebih dari 813 orang meninggal dunia akibat virus yang berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, RRT, itu,” ucapnya.

Sedangkan berdasarkan data Unit Departemen Kesehatan Hong Kong pada hari Ahad (9/2), sekitar sepertiga pasien di Hong Kong telah terinfeksi secara lokal dan lebih dari 26 warga telah terinfeksi virus tersebut.

Imam Baihaqi pun menjelaskan tentang kebijakan pemerintah Hong Kong terhadap wabah virus corona. Sejak akhir Januari (25/1), tercatat bahwa pemeirntah Hong Kong telah meningkatkan status menjadi Waspada Darurat Virus Corona. “Status ini merupakan level tertinggi kewaspadaan terhadap wabah penyakit,” ungkapnya.

“Kebijakan lainnya, pemeirntah Hong Kong juga meliburkan sekolah hingga 2 Maret 2020. Padahal, seharusnya mereka masuk sekolah beberapa hari setelah libur Imlek.┬áMenurut data Panitia Penyelenggara Pemilu Luar Negri (PPLN) Hong Kong saat Pemilu 2019, saat ini terdapat sekitar 180.000 WNI yang berada di Hong Kong,” jelasnya.

Sumber: Antara

Editor: Hamdani

LEAVE A REPLY