Pandemi COVID-19, Indonesia Terima Bantuan 40 Ton Alkes China

0
108
Sumber: Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI / https://www.liputan6.com/

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Kementerian Koordintor (Kemenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Republik Indonesia (RI) bekerja sama dengan Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) telah mengkoordinasikan sumbangan berupa 40 ton alat-alat kesehatan (Alkes) dari Republik Rakyat China (RRC).

Seperti dikutip dari Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, 40 ton alkes dari RRC itu didatangkan ke Indonesia dengan tujuan untuk mengendalikan dan menangani wabah COVID-19 di Indonesia.

40 ton alkes itu diangkut dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia jenis Boeing 777 dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada Kamis (26/3) malam, melalui Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.

“Bantuan alkes ini adalah bukti hubungan baik antara kedua negara dan juga wujud kepedulian terhadap wabah COVID-19 yang kita tahu merupakan tantangan semua negara di dunia hari ini,” tutur Juru Bicara (Jubir) Menko Marves dan Kemenko Marves RI, Jodi Mahardi, di Jakarta pada Kamis (26/3), dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, beberapa perusahaan asal China yang memiliki investasi di Indonesia juga berinisiatif untuk memberikan sumbangan alat-alat kesehatan guna membantu proses penanganan dan pengendalian wabah COVID-19.

“Para donatur, sebagian besar adalah para investor yang telah berinvestasi di Indonesia seperti di Morowali, Weda Bay, Obi, Kendari, Konawe, dan daerah sekitar,” ucapnya.

Para investor, lanjutnya, juga mengirimkan bantuan alkes untuk membantu penanganan pandemi secara nasional dan juga daerah lokal, khususnya tempat mereka berinvestasi.

“Kemenko Marves, sesuai arahan dari Pak Menko Luhut, bekerja sama dengan APLSI telah mengoordinasikan bantuan dari berbagai perusahaan itu agar dapat segera terkirim ke Indonesia,” paparnya.

Dengan demikian, ungkapnya, 40 ton alkes itu dapat terdistribusi dengan baik untuk memenuhi kebutuhan yang sangat banyak dan mendesak. Harapannya, penanganan wabah ini dapat berlangsung lebih cepat dan warga dapat kita lindungi. “Termasuk keselamatan petugas medis yang saat ini berjuang di garis terdepan,” imbuh Jodi.

Bantuan alkes itu, jelasnya, terdiri atas test kit COVID-19, masker N-95, masker bedah, hingga alat pelindung diri seperti baju, kacamata, sarung tangan, dan sebagainya.

“Seluruh bantuan tersebut nantinya akan didistribusikan melalui Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB), kampus-kampus, dan lainnya,” katanya.

Selain memberikan bantuan alat kesehatan, Kemenko Marves bersama APLSI juga mengkoordinasikan pemberian bantuan alat laboratorium untuk memeriksa virus COVID-19 kepada enam fakultas kedokteran di Indonesia, yakni alat Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Ribonucleic Acid (RNA) extraction machine.

Alat itu akan mampu memeriksa swab test yang dilakukan untuk mendeteksi COVID-19. Ke depan, setelah alat ini dikirimkan, diharapkan pada April pekan kedua, semua fakultas kedokteran itu akan memiliki kemampuan untuk melakukan tes masing-masing sebanyak 1.000 sampel per harinya.

Sebelumnya Menko Kemaritiman dan Investasi RI, Jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kehormatan (HOR) Purnawirawan (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A., menyatakan bahwa karena pandemi COVID-19 juga bencana global, maka berbagai bentuk dukungan dari negara manapun, akan diterima.

“Khususnya bantuan dari negara sahabat untuk pengendalian dan penanganan wabah tersebut di Indonesia. Tentunya setelah melalui prosedur yang ditentukan, termasuk faktor keamanannya,” ungkap Menko Marves RI.

Dalam situasi ini kita, lanjutnya, harus cepat dan tepat dalam mengambil keputusan karena ini menyangkut hal yang sangat serius. “Tentunya ini akan melalui prosedur pemasukan bantuan, BNPB di bawah Komando Pak Doni Munardo sebagai koordinator untuk menyalurkan bantuan ini segera ke masyarakat,” jelasnya.

Sumber: LKBN Antara

Editor: Hamdani

LEAVE A REPLY