Stafsus Wapres: Pasar Modal Respon Positif Kebijakan Penanggulangan COVID-19

0
128
Sumber: Asisten Staf Khusus Wapres RI, Guntur Subagja Mahardika, M.Si.

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Kepercayaan pasar (market confidence) mulai tumbuh kembali setelah dalam dua pekan terakhir kurs rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam di tengah pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19. Apalagi pemerintah sedang fokus mengatasi COVID-19.

Pernyataan ini dikutip dari siaran pers Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden (wapres) Republik Indonesia (RI) Bidang Ekonomi dan Keuangan, Dr. Lukmanul Hakim, M.Si., pada Jumat (3/4), yang diterima NEWSCOM.ID.

“Kabar baik yang muncul dari pasar uang dan pasar modal itu merupakan respon positif terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan wabah COVID-19. Khususnya setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Pemeirntah Pengganti Undnag-Undnag (PERPPU) Nomor 1 Tahun 2020,” tutur Dr. Lukmanul Hakim.

Apalagi sejumlah stimulus ekonomi, lanjutnya, juga dialokasikan pemerintah untuk penanganan COVID-19 melalui tambahan anggaran sebesar Rp 405,1 triliun. Dampaknya, IHSG ditutup naik 0,02 persen menjadi 4.623,429. Sedangkan rupiah ditutup menguat dari Rp 16.741,- per dolar Amerika Serikat (AS) menjadi Rp 16.464 per dolar AS.

“Tumbuhnya kepercayaan pasar memberikan harapan terhadap perekonomian nasional agar tidak terjerembab dalam krisis yang lebih dalam. Meskipun demikian, perlu diwaspadai kondisi ekonomi Indonesia ini akan bergantung pada kesuksesan penanganan COVID-19, yang kita semua berharap dapat segera teratasi,” ungkap Dr. Lukmanul Hakim.

Tepatnya dalam Focus Group Discussion (FGD) Online bersama Tim Ekonomi Arus Baru Indonesia pada Jumat (3/4) sore melalui webinar. FGD ini mengusung tema Penyelamatan Ekonomi Indonesia di Tengah Badai Covid-19.

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber, seperti Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dr. Slamet Edy Purnomo, Staf Ahli Wakil Presiden (Wapres) RI, Dr. Bambang Widianto, S.S, M.S., M.E.S., dan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI), Dr. Ir. Lukman Purnomosidi, M.B.A.

Narasumber lainnya dalam FGD Online ini ialah Ketua Umum Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI), Prof. (Riset). Dr. Ir. Muhammad Syakir, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Jagung Indonesia, Dr. Ir. Maxdeyul Sola. Adapun moderator dalam FGD Online ini ialah Asisten Stafsus Wapres RI, Guntur Subagja Mahardika,M.Si.

Menurut Dr. Lukmanul Hakim, dampak COVID-19 tidak hanya dirasakan oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga berdampak besar pada perusahaan-perusahaan besar. “Dalam kondisi sekarang perusahaan mengurangi produksinya, sementara gaji karyawan tetap dibayar penuh, dan kewajiban kepada perbankan tetap berjalan,” katanya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY