Pandemi COVID-19, Internet Jadi Syarat Wajib UMKM Tetap Eksis

0
105
Sumber: DPKHA UI / Guntur Subagja

NEWSCOM.ID, DEPOK – Penggunaan teknologi informasi melalui media daring atau internet semakin meningkat pesat di masa pandemi Corona Virus Desease (COVID) 2019 akibat virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) Corona Virus (CoV)-2. Termasuk pemakaian internet di bidang ekonomi oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Ketua Center For Strategic Policy Studies (CSPS) – Center for Strategic and Global Studies (CSGS) – Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) – Univesitas Indonesia (UI), Guntur Subagja Mahardika, S.Sos., M.Si., mengonfirmasi hal itu pada Kamis (2/7).

Tepatnya saat menjadi narasumber atau pemateri dalam Web Seminar (Webinar) Entrepreneur Leadership Career Sharing Session bertajuk Social Entrepreneurship for Millennials.

Gambar mungkin berisi: 12 orang, termasuk Guntur Subagja, Nisallina 'Dena' Apridini, dan Nur Hasanah
Sumber: DPKHA UI

Webinar ini diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni (DPKHA) Universitas Indonesia (UI) pada Kamis (2/7), Pukul 10:00 – 12:00 Waktu Indonesia Barat (WIB), melalui Aplikasi Zoom.

“Pemakaian media daring oleh para pelaku usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) semain pesat di masa pandemi COVID-19 ini, termasuk oleh wirausahawan sosial. Kondisi ini seiring dengan hasil survei tahun 2018 tentang Penetrasi Pengguna Internet di Indonesia oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII),” tutur Guntur.

Gambar mungkin berisi: Guntur Subagja
Sumber: APJII / Guntur Subagja Mahardika

Guntur Subagja yang juga Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Program Pascasarjana (PPs.) UI itu pun mengutip hasil survei APJII tahun 2018, bahwa jumlah pengguna internet tahun 2018 di Indonesia mencapai 171.176.716, 8 juta penduduk. Sedangkan pertumbuhan pengguna internet di Indonesia tahun 2017-2018 tercatat sebanyak 27.916.716 penduduk.

“Artinya, persentase pertumbuhan pengguna internet selama 1 tahun pada 2017-2018 mencapai sebesar 10,12 persen. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 264.161.600 jiwa pada 2018, menurut proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), maka persentase penetrasi internet di Indonesia mencapai 64,8 persen,” paparnya.

Apalagi persentase pertumbuhan penduduk di Indonesia, lanjutnya, mencapai 0,63 persen selama satu tahun, pada 2017-2018. Maka pengunaan internet di masa pandemi COVID-19 ini tentu meningkat pesat, khususnya oleh pelaku UMKM dan kewirausahaan sosial, termasuk belanja daring oleh konsumen.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, termasuk Guntur Subagja, teks
Sumber: DOmpet Dhuafa / Guntur Subagja Mahardika

“Penggunaan internet melalui sistem electronic commerce (e-commerce) mutlak diperlukan oleh para pelaku UMKM dan kewirausahawan sosial jika ingin bertahan hidup dan tetap eksis di masa pandemi COVID-19 ini,” tegas Guntur Subagja yang juga Chief Executive Officer (CEO) Dompet Dhuafa Social Enterprise ini.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

Bendahara CPSS – CSGS SKSG UI

LEAVE A REPLY