Antara Ketahanan Pangan, Majelis GAZA dan Perpustakaan Berita Langit

0
713
Sumber: PJMI / Pikiran Rakyat

NEWSCOM.ID, SUBANG – Perpustakaan Berita Langit menjadi salah satu fenomena menarik di era informasi digital dan zaman modern kini. Perpustakaan ini berlokasi di Desa Nagrak, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, serta dikelola oleh Majelis Gerakan Akhir Zaman (GAZA) di bawah pimpinan Raden Diki Chandra Purnama.

Perpustakaan Berita Langit termasuk dalam kawasan Bukit Lebah Ciater dan Air Tejun Kembar Ciater yang memiliki lahan seluas sekitar 50 hektare. Kawasan agrowisata dan wini juga dilengkapi dengan fasilitas bernuansa alami dan tradisional seperti glamor, memanah, menombak, berkuda, ketapel, jalur (trek) pendakian, serta budi daya lebah dan kelinci.

“Perpustakaan Berita Langit memiliki referensi nubuwwah atau disebut mubasyirat atau ru’ya shadiqah atau kabar kenabian dalam bentuk mimpi, khususnya mimpi bertemu Nabi Muhammad Shallallahu A’alaihi Wa Sallam (SAW), atas izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang dialami oleh umat Islam di berbagai belahan dunia,” jelas Diki Chandra Purnama.

Ketua Majelis GAZA, Diki Chandra Purnama, menjelaskan hal itu pada Ahad (12/3) pagi, saat bertemu dan bersilaturahmi dengan rekan-rekan Pengurus Pusat Persudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) yang sedang berkunjung ke lokasi.

Menurutnya, Majelis GAZA telah memiliki 1.200 buku tentang mimpi-mimpi orang beriman dari berbagai negara. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah Muhammad SAW, lanjutnya, mimpi yang benar merupakan satu per 46 bagian dari kenabian.

“Mimpi yang benar merupakan satu per 46 bagian dari kenabian, bahkan dalam hadis nabi (Muhammad SAW) menjelang beliau wafat, sudah ditegaskan tidak ada lagi petunjuk berupa wahyu, kecuali dari mimpi orang-orang yang beriman,” ucap Kang Diki Candra Purnama pada Ahad (12/3).

Lebih lanjut, Pimpinan Majelis GAZA itu pun menjelaskan latar belakang berdirinya Kampug GAZA. “Dibentuknya Kampung GAZA juga sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan umatnya untuk berdiam (hijrah) ke gunung-gunung. Tujuannya untuk beternak dan bertani guna menghindari fitnah akhir zaman,” paparnya.

Selain itu, ungkap Diki Candra Purnama, Majelis GAZA sangat memperhatikan ketahanan pangan bagi masyarakat di akhir zaman ini. “Menghadapi kondisi global yang penuh ketidakpastian (seperti) saat ini, ketahanan pangan perlu diperkuat. Kami mempersiapkan (hal) itu,” tegasnya.

Karakteristik Kampung GAZA, imbuhnya, terbuka bagi siapa saja untuk datang. Selain perpustakaan berita langit, terdapat berbagai obyek wisata di Kampung GAZA. “Misalnya air terjun kembar Ciater, glamping, ternak lebah, peternakan kambing, dan lahan pertanian sebagai cadangan pangan,” katanya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

LEAVE A REPLY