Wapres Ma’ruf: “Milad Ke-48, Momentum Menggiatkan Gerak Langkah MUI”

0
132
Sumber: Akun Youtube Wakil Presiden Republik Indonesia, https://youtu.be/JSOqHzFASd8. Prof. Dr. (H.C.) Drs. KH. Ma'ruf Amin

NEWSCOM.ID, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. (H.C.) Drs. KH. Ma’ruf Amin, turut hadir dan menyampaikan kata sambutan dalam Tasyakur Milad Ke-48 Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Rabu (26/7) malam di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Tepatnya, dalam kapasitas beliau sebagai Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI Pusat. Acara ini mengangkat tema: “Memperkokoh Persatuan dalam Bingkai Keragaman Menuju Indonesia yang Lebih Sejahtera dan Bermartabat.”

Dalam sambutannya, Wapres KH. Ma’ruf Amin menyatakan rasa syukurnya, pada Rabu (26/7) malam, MUI memperingati Milad MUI yang ke 48 tahun.

“Saya masih bagian dari MUI, karena saya Ketua Dewan Pertimbangan MUI. saya juga ikut bersyukur. Ketika saya dipilih sebagai Wapres, saya juga masih Ketua Umum MUI. Mudah-mudahan ketua umum yang jadi wakil presiden, bukan yang terakhir, mudah-mudahan,” tutur Wapres Prof. KH. Ma’ruf Amin pada Rabu (26/7)

Ini bagian penting, lanjutnya, bahwa Ketua Umum MUI juga bisa menjadi Wakil Presiden RI. Karena itu, mari kita jadikan milad ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.

“Sekaligus juga menjadi momentum untuk at-tansith wal tashih, tansithul qodwah wal harokah, mempergiat langkah-langkah dan gerakan kita ini (MUI), dipicu lagi, mungkin kemarin agak kurang, digiatkan lagi gerakan kita (MUI) ini,” tutur Wapres Prof. Dr. (H.C.) KH. Ma’ruf Amin.

Walaupun ada hambatan, ada tantangan, ada yang bikin (membat) lemas, lanjutnya, tetap saja, semangatnya tidak boleh (luntur), bahkan terus (meningkat). “Dan juga mungkin perlu perbaikan-perbaikan, siapa tahu kita mengalami deviasi, dalam kiprah kita itu mengalami penyimpangan, ya kita luruskan kembali,” paparnya.

Lebih lanjut, Prof. KH. Ma’ruf Amin juga mengingatkan kembali visi MUI, yakni sebagai pelayan masyarakat, khadimul ummah, dan juga mitra pemerintah, shadiqul hukumah.

“Semuanya ini dalam kerangja menjalankan visi MUI. Visi MUI itu dua, khadimul ummah wa shadiqul hukumah. Saya menyebutnya ini rel, karena itu MUI ini ada rel-nya, yaitu khadimul ummah dan shadiqul hukumah. Karena itu, MUI itu sering saya katakan sebagai kereta api. Tidak bisa dibawa kemana-mana, dia berjalan di atas rel-nya,” jelasnya.

Jadi, ucapnya, kalau ada orang yang mau ikut MUI, ikut rel-nya. Kalau ingin tidak ikut rel, ini kereta banyak gerbongnya. “(Kalau) mau sendiri, mau membawa arus sendiri, dia harus jangan naik kereta api, jangan naik Majelis Ulama, naik taksi aja, kalau taksi kan bisa dibawa kemana aja, nggak pakai rel,” ungkap Wapres KH. Ma’ruf Amin.

Menurut KH Ma’ruf Amin, MUI itu ada aturannya, ada landasan berpikirnya, ada kerangkanya, ada manhaj-nya. “Saya kira, itu yang penting bagi MUI,” imbuhnya.

Sebelumnya, turut hadir dan menyampaikan kata sambutan pembuka, (opening speech) Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat, KH. Dr. Marsudi Syuhud, M.M.

Sedangkan Deklarasi Komitmen Kebangsaan, Ittifaq Wathani, dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwwah, KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D.

Pembacaan Deklarasi Ittifaq Wathani diikuti oleh sekitar 1.000 undangan dan peserta acara yang hadir dalam Tasyakur Milad Ke-48 MUI, dengan dipimpin KH. Muhammad Cholil Nafis.

Bahkan deklarasi itu ditandatangani langsung oleh para Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat, yakni Buya Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag., dan KH. Dr. Marsudi Syuhud, M.M., serta Buya KH. Drs. Basri Bermanda, M.B.A.

Turut hadir dan menandatangani deklarasi Ittifaq Wathoni ialah Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat Bidnag Seni dan Budaya, KH. Dr. Jeje Zaenudin, M.Ag., dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan MUI Pusat, Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A.,

Adapun laporan kegiatan dibacakan langsung oleh Ketua Panitia Pelaksana (Organizing Committee), Dr. Lukmanul Hakim, M.Si., yang juga Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat Bidang Ekonomi.

Selain itu, prosesi Tasyakur Milad Ke-48 MUI ini berlangsung istimewa karena para pimpinan MUI Pusat mengenakan baju adat dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan Wapres Prof. KH. Ma’ruf Amin menggunakan baju adat yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si.

Wakil Sekretaris Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PD PAB) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Peneliti Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI)

LEAVE A REPLY